Suara.com - Dubai, salah satu kota yang paling terkenal di Uni Emirat Arab (UEA), bisa jadi merupakan salah satu tempat di mana banyak dihuni oleh orang-orang berduit. Tak heran jika di daerah tersebut, tak sedikit orang yang punya tunggangan serba mewah.
Tapi, tak seperti di kebanyakan daerah di mana kendaraan-kendaraan berharga selangit selalu dirawat sebaik mungkin, di Dubai, banyak dijumpai mobil sekelas Ferrari, Lamborghini bahkan Bugatti yang ditemukan terbengkalai tak terawat. Apa sebab?
Dikutip dari Donut Media, pertama perlu disimak bahwa UEA merupakan salah satu daerah yang punya sumber minyak dan gas, sehingga banyak orang sana yang menjadi "tajir melintir" akibat perdagangan sumber daya tersebut.
Punya banyak pemasukan, kota ini pun kian dibanjiri dengan sederet fasilitas kota yang mewah, serta banyak lokasi-lokasi wisata yang cocok untuk dikunjungi mereka yang berduit.
Tak cuma itu, banyak pebisnis luar negeri yang memutuskan untuk tinggal di daerah tersebut. Dengan kekayaan yang melimpah, plus tersedianya banyak mobil mewah di pasaran, orang-orang ini pun tergiur untuk membeli kendaraan-kendaraan mahal tersebut.
"Salah satu keuntungan untuk tinggal di UAE adalah tidak ada pajak penghasilan. Hal ini membuat orang yang tinggal di sana punya uang ekstra untuk 'dibakar' dengan beli mobil mewah. Banyaknya tempat berbelanja, jalanan yang sangat mulus, serta kemudahan untuk membeli mobil mewah bekas menjadi faktor kenapa banyak orang punya mobil sport di sini," tutur pengamat otomotif dari Donut Media, Nolan Sykes.
"Memiliki mobil sport adalah cara yang mudah untuk menunjukkan kemewahan. Eksklusivitas dalah kunci di gaya hidup jalan raya di sini."
Namun, beberapa orang memboyong mobil ini dengan cara hutang atau kredit. Sementara itu, di negara penghasil minyak ini terdapat hukum di mana keterlambatan membayar cicilan dianggap sama dengan mencuri, membuat pihak peminjam uang bisa dipenjara.
"Tak selamanya bisnis itu untung, ada kalanya para pebisnis mengalami masalah finansial sehingga mereka tak bisa membayar pinjaman," lanjutnya.
Baca Juga: Kemitraan Volvo Car Group dan Northvolt Lahirkan Baterai Mobil Listrik
"Hal ini membuat mereka yang enggan dipenjara, kabur dari Dubai dengan segala cara, termasuk dengan meninggalkan kendaraan mewahnya," pungkasnya.
(*) Untuk menyaksikan video terkait, klik di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi