Suara.com - PT PLN (Persero) melalui PLN UIW Sulselrabar atau Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat berencana menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Makassar.
Dikutip dari kantor berita Antara, General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid di Makassar, pada Rabu (23/6/2021) menyatakan bakal terus menambah titik lokasi SPKLU di sekitar Kota Makassar setelah menghadirkan SPKLU Mattoanging sebagai SPKLU pertama di Indonesia Timur.
"Kami juga akan terus menambah titik lokasi SPKLU di Kota Makassar, seperti di public space, Kantor Pemerintahan, pusat perbelanjaan, lokasi wisata dan rest area," demikian papar Awaluddin Hafid.
Sementara itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman mengatakan Sulawesi memiliki daya energi listrik paling besar, mencapai 490 MW, terlebih di Sulawesi Bagian Selatan.
Energi terbarukan ini hadir dari berbagai pembangkit listrik, seperti tenaga hydro Bakaru, PLTB Tolo di Jeneponto dan PLTB Sidrap.
"Energi ini harus dijual, mau tidak mau. Kami juga mendorong pemerintah memperbaiki infrastruktur agar masyarakat bisa lebih teliti, kemudian kami gunakan listriknya secara lebih murah, karena kami jual motor listrik," urainya.
Salah satu pemilik mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) di ibu kota Sulawesi Selatan, Erwin mengungkapkan rasa bahagianya atas kehadiran SPKLU pertama di Indonesia Timur, Mattoanging.
Pasalnya, dengan kehadiran SPKLU Mattoanging maka tercipta solusi terbaik bagi pemilik mobil listrik dalam mengisi ulang baterai mobil listriknya. Yaitu memudahkan recharging saat perjalanan.
"Kami berharap akan adanya tambahan titik lokasi SPKLU di Makassar, selain Mattoanging," tukas Erwin.
Baca Juga: Dialog dengan Duta Besar Korea Selatan, Moeldoko Kemukakan Mobil Listrik
Sebelumnya PT PLN (Persero) telah meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Indonesia Timur, yaitu di PLN ULP Mattoanging, Makassar, Sulawesi Selatan pada awal Juni.
Peresmian itu adalah langkah transformasi PLN guna mendukung terwujudnya era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.
Berita Terkait
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Maaf Saja Tidak Cukup: PLN dan Tagihan Gelap yang Ditanggung Rakyat Jawa
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?