Suara.com - Masih ingat peristiwa pembegalan atas mobil ambulans di perbatasan Curup - Lubuk Linggau. Para pelaku mengancam driver serta tenaga kesehatan atau nakes dengan senjata tajam, melarikan uang senilai Rp150.000, smartphone, serta alat kesehatan? (selengkapnya baca di sini). Kekinian, petugas Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Bengkulu terus melakukan perburuan atas tujuh orang terduga.
Dikutip dari kantor berita Antara, Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno yang dihubungi saat berada Rejang Lebong, Kamis (15/7/2021)menyatakan bahwa kasus perampokan yang dialami dua orang petugas ambulans Public Safety Center (PSC) 119 Dinkes Rejang Lebong itu menjadi pekerjaan rumah pihaknya sehingga para pelaku akan terus dicari hingga dapat.
"Para pelakunya sudah teridentifikasi dan saat ini mereka masih dalam pencarian petugas Polres Rejang Lebong," tukas AKBP Puji Prayitno.
Pencarian tujuh orang terduga pelaku perampokan petugas ambulans Rejang Lebong yang terjadi pada Sabtu dini hari (3/7/2021) sekitar pukul 01.06 WIB itu dilakukan tim khusus yang dibentuk Polres Rejang Lebong.
Para pelaku perampokan tenaga medis oleh tim khusus Polres Rejang Lebong itu ditargetkan secepatnya segera ditangkap sehingga bisa dijatuhi sanksi hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka.
AKBP Puji Prayitno juga mengimbau, agar para pelaku segera menyerahkan diri kepada petugas karena jika tidak akan diberikan tindakan tegas yang terukur.
Peristiwa begal ambulans PSC 119 Dinkes Rejang Lebong terjadi di kawasan Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, di Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong.
Dua orang petugas ambulans pelat BD-9177-KY bermaksud pulang ke Kota Curup setelah mengantar pasien rujukan Covid-19 ke Rumah Sakit AR Bunda Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Perampokan terjadi saat sopir ambulans (M Abdul Kunci) sedang melakukan penggantian ban mobil yang pecah, tidak berapa lama didatangi tujuh pelaku yang berpura-pura menawarkan jasanya. Ternyata beberapa orang lainnya menodongkan pisau kepada perawat (Indah Pertiwi) yang berada di samping dan beberapa orang lainnya menodong driver. Kasus ini kemudian dilaporkan korban ke Polsek Padang Ulak Tanding (PUT).
Baca Juga: Deretan Fakta Mobil Darurat Padodi Milik Omesh, Kendaraan yang Siap Bantu Pasien Covid-19
Berita Terkait
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Soal Begal Takut Tentara, DPR Ingatkan Proses Pidana Tetap di Tangan Polisi
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition
-
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Universitas Brawijaya Gandeng CNGR dan Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri