- Kemenkes menginvestigasi dugaan intimidasi terhadap dr. Icha di IGD RS Leona, NTT, yang memicu proses penyelidikan kepolisian.
- Investigasi menemukan lemahnya sistem perlindungan tenaga medis serta kurangnya koordinasi antara fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah setempat.
- Petugas keamanan RS Leona gagal mencegah akses pihak tidak berkepentingan ke ruang IGD saat dugaan intimidasi terjadi.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap sejumlah temuan penting dari investigasi internal terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Priscila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu temuan yang disorot ialah lemahnya perlindungan terhadap tenaga medis saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, mengatakan investigasi dilakukan atas instruksi Menteri Kesehatan dan permintaan Gubernur NTT.
Tim investigasi melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), hingga Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Meski begitu, Kemenkes menegaskan tidak membuka secara rinci hasil investigasi karena kasus tersebut sudah masuk dalam proses penyelidikan kepolisian.
"Sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan, Kemenkes tidak dapat menyampaikan secara rinci hasil investigasi internal, karena hasil investigasi ini nanti akan kita berikan kepada kepolisian," kata Yuli dalam konferensi pers secara daring, Jumat (3/7/2026).
Dari investigasi yang dilakukan, Kemenkes menemukan adanya celah dalam sistem perlindungan tenaga medis. Yuli menyebut koordinasi antara fasilitas kesehatan, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah dalam memberikan pengawasan serta perlindungan kepada tenaga medis tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Yuli, ketika tenaga medis membutuhkan perlindungan dan intervensi cepat, tidak ada koordinasi yang efektif di lapangan.
"Dalam investigasi, kami melihat koordinasi tidak berjalan antara fasyankes, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah dalam pengawasan dan pelindungan tenaga medis tenaga kesehatan. Sistem di daerah tidak berjalan," terangnya.
Baca Juga: Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
"Kami melihat itu ada gap yang sangat besar. Justru ini yang perlu kita perbaiki ke depan," tambah Yuli.
Temuan lain juga mengarah pada lemahnya pengamanan di IGD Rumah Sakit Leona. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga orang yang diduga melakukan intimidasi disebut dapat masuk ke area IGD tanpa dicegah.
Yuli menjelaskan ruang IGD seharusnya menjadi area terbatas karena merupakan tempat penyelamatan nyawa pasien, sehingga tenaga medis membutuhkan konsentrasi penuh saat bekerja.
"UGD itu ada di depan, kemudian ketiga orang tersebut langsung masuk ke dalam, yang seharusnya dilakukan pengamanan nakesnya, satpam atau di situ untuk langsung mengusir ketiga orang tersebut," kata Yuli.
Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Saputra, juga mengatakan tim investigasi memperoleh keterangan bahwa petugas keamanan belum melakukan tindakan saat dugaan intimidasi terjadi.
Ia menambahkan tidak ada pihak yang berupaya menghentikan dugaan intimidasi di ruang IGD, padahal ruangan tersebut memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan hanya boleh diakses oleh pihak yang berkepentingan.
Berita Terkait
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'
-
Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
Dokter Icha Tewas Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Puan Maharani Murka: Usut Tuntas!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Andi Sudirman Gaungkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 18-23 Agustus 2026, Siap-siap Panen Hoki Sepekan
-
Putra Pejuang Ungkap Makna di Balik Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok
-
Konflik AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Ditutup Naik 2 Dolar AS
-
Bukan untuk Merayakan, Hari Ini BEM UI Demo di Bundaran HI Bawa 8 Tuntutan
-
Demo 18 Agustus 2026 di Mana? Cek Lokasi Aksi Mahasiswa di Jakarta
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
-
Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek Jadwal Libur Setelah HUT RI ke-81
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu