Suara.com - Badan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional milik Amerika Serikat atau yang disebut sebagai National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengungkap hasil penyelidikan atas airbag Takata yang tidak dapat berfungsi semestinya.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, setidaknya 30 juta kendaraan di Amerika Serikat telah menggunakan airbag Takata yang cacat produksi. Mobil-mobil ini diproduksi dari 2001 hingga 2019.
Seperti dilaporkan Automotive News, para pembuat mobil menolak berkomentar terkait masalah inflator airbag dari Takata.
Sejumlah pabrikan mobil besar seperti General Motors, Ford Motor Company, Chrysler, Tesla, Honda, Toyota, Subaru, Mazda, Daimler (Mercedes-Benz), BMW Group, Porsche (bagian dari Volkswagen Group), sampai Jaguar Land Rover pernah menggunakan airbag ini untuk produk mereka.
Sebagai informasi, perusahaan pemasok airbag, Takata, akhirnya mengibarkan bendera putih pada 2017. Perusahaan asal Jepang ini menyatakan bangkrut karena tidak bisa menanggung biaya recall akibat cacat produk mereka.
Kebangkrutan Takata bisa dibilang sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah.
Media asal Jepang, Asia Nikkei, mencatat daftar kreditur Takata mencapai 1,26 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 141,2 miliar yen. Pemerintah Amerika Serikat menjadi kreditur terbesar karena tagihan mereka mencapai 41,5 miliar yen.
Kemudian tagihan nomor dua terbanyak datang dari Toyota yang mencapai 26,6 miliar yen. Sedangkan pabrikan lain seperti Honda dan Nissan belum mengumumkan biaya yang dikenakan akibat recall airbag produksi Takata.
Baca Juga: Jean-Philippe Imparato: Saya Menjual Mobil, Bukan Layar Perangkat Komunikasi
Tag
Berita Terkait
-
Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas
-
Efisiensi Berdarah General Motors Pasang Puluhan Robot Usai PHK Ribuan Pekerja
-
Mazda Dalam Penyelidikan Pasca Tersangkut Masalah Recall Produk
-
Nasib Sial Tesla Cybertruck Gagal Uji Fitur Wade Mode Hingga Berakhir di Tangan Petugas
-
Ambisi Chery Contek Formula Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku
-
Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026
-
Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda
-
Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar
-
Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak
-
Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan
-
Tunda Memaksakan Diri Nyicil Vario Evo, Ini 6 Motor Under 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar 2026
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional