Suara.com - Opening ceremony GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS ke-28, 2021 baru saja berlangsung. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Yohannes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO selaku tuan rumah meresmikan pameran otomotif besar yang masuk kalender OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d'Automobiles) ini.
Dalam sambutannya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa peraturan pemerintah tentang emisi kendaraan bermotor terus diterapkan.
Climate change atau perubahan iklim telah mendorong setiap negara berupaya mengurangi emisi. Di Tanah Air, untuk sektor otomotif dikenal bahan bakar B30 yang terbuat dari campuran biodiesel berbasis kelapa sawit sebanyak 30 persen dalam minyak solar.
"Kelapa sawit termasuk supercycle," papar Menko Perekonomian.
Yang dimaksud produk ini termasuk dalam siklus super harga komoditas pada periode yang diperpanjang, di mana harga komoditas berada jauh di atas atau di bawah tren jangka panjangnya.
Disebutkan di laman Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukn dan Konservasi Energi (EBTKE), bahwa berdasarkn Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2015 telah menetapkan penggunaan bahan bakar campuran biodiesel sebesar 30 persen (B30) sebagai bahan bakar mesin diesel yang telah diimplementasikan mulai tanggal 1 Januari 2020.
Hal ini mengukuhkan Indonesia sebagai pionir pengguna campuran biodiesel tertinggi di dunia.
"Industri berbasis diesel perlu kita pikirkan, ini pe-er untuk industri otomotif," tandas Menko Perekonomian.
Baca Juga: Menko Perekonomian Resmikan GIIAS ke-28
Sembari menyebutkan bahwa kekinian di Eropa sudah diterapkan catalytic converter untuk mesin diesel.
Selain itu, Airlangga Hartarto juga mengungkapkan bahwa Pemerintah siap menerapkan PPnBM berbasis nilai emisi. Dengan demikian, tingkat polusi bisa dikurangi dan langkah makin mantap menuju era kendaraan terelektrifikasi.
Berikutnya, Menko Perekonomian juga menyebutkan tentang kekayaan logam di Indonesia. Untuk itu, digarap perusahaan-perusahaan untuk supply chain produk terelektrifikasi.
Antara lain industri baterai listrik dari sumber daya alam kobalt dan niekl yang akan diusahakan Indonesia.
"Selain itu, tenaga berbasis hidrogen juga memiliki potensi," tukas Airlangga Hartarto.
Dalam dunia otomotif, dikenal kendaraan listrik bertenaga sel bahan bakar hidrogen (FCEV).
Berita Terkait
-
Pajak Nol Persen dan Bebas Ganjil Genal Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Berlanjut
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Strategi Baru Pemerintah Dorong Mobil Listrik Baterai Nikel Lewat Subsidi PPN Besar
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir
-
Krisis Keuangan Nissan Picu PHK Massal Hingga Potensi Serahkan Jalur Produksi ke Brand China
-
4 Pilihan Motor Listrik Honda Mei 2026, Jawab Masalah Harga BBM yang Makin Meroket
-
Imut tapi Gesit: City Car Irit BBM Rakitan Korea Kini Cuma 50 Jutaan, Pas Buat Emak-emak
-
Servis Mobil Pakai Oli TOP 1 Kini Bisa Dapat Poin GarudaMiles Gratis
-
Cek Harga BYD Atto 1 Bekas Mei 2026: Beli Sekarang Auto Cuan
-
Pajak Nol Persen dan Bebas Ganjil Genal Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Berlanjut
-
Harga BBM Diesel Mencekik, Toyota Siapkan Senjata Rahasia untuk Fortuner?
-
Berapa Lama Cas Motor Listrik dari 0 Sampai 100 Persen? Ini Estimasinya
-
Jangan Keliru, Denda Tak Punya SIM dan Lupa Membawa Ternyata Beda