Suara.com - Dari diskusi bertema "Mengakses Ekosistem Kendaraan Listrik" pada Jumat (3/12/2021) tercermin perlunya sinergi dalam membangun ekosistem kendaraan tanpa asap polusi.
Dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, PLN, dan Grab dipaparkan pentingnya insentif yang bisa mendorong masa peralihan pengguna dari produk konvensional ke kendaraan listrik.
Seperti kebutuhan daya listrik untuk pengisian kembali, atau kebijakan mobil listrik bebas menggunakan ruas jalan tol tanpa dikenai biaya. Seperti yang dilakukan di berbagai negara.
Dikutip dari kantor berita Antara, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sony Sulaksono mengatakan pemerintah mendukung penuh ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Menurutnya, pemerintah akan mengeluarkan aturan baru untuk mengganti Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
"Dengan ada kebijakan peta jalan industri KBLBB dan relaksasi penghitungan TKDN diharapkan dapat mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," jelas Sony Sulaksono.
Sedangkan Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara Kementerian Keuangan Oza Olavia menyatakan pemerintah akan mengkaji usulan itu. Menurutnya, Kementerian Keuangan terbuka terhadap masukan untuk mendorong peralihan penggunaan mobil yang lebih ramah lingkungan.
"Pasti kami di Kementerian Keuangan selalu akan melihat segala macam kondisi," tuturnya.
Baca Juga: Diskusi "Mengakses Ekosistem Kendaraan Listrik": Insentif Mendorong Pertumbuhannya
Oza Olavia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengelola APBN dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Namun, ruang fiskal yang terbatas dan kebutuhan pembiayaan yang besar juga akan memengaruhi setiap kebijakan yang diberikan untuk mobil listrik.
Indonesia sendiri memasang target pada 2030 memiliki 600 ribu kendaraan listrik.
Dengan angka ini, diperkirakan mampu mengurangi konsumsi BBM tiga juta barel dan dapat mengurangi emisi karbondioksida 1,4 juta ton.
Berbagai arahan Presiden Joko Widodo terkait program transisi energi dilangsungkan beberapa waktu lalu. Dan berbagai pihak kini terus mendorong terwujudnya ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Tag
Berita Terkait
-
Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?
-
Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri
-
Listrik Gratis dari Air: Rahasia Desa di Kulon Progo yang Tetap Menyala Saat PLN Padam
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Polisi Pamer Emas 74 Kg & Valas Rp476 M Hasil Penggeledahan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu, Simak Ciri-Ciri yang Wajib Diketahui
-
Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester 1: Seberapa Laku Mitsubishi? 7 Seater Jadi Andalan
-
Perjalanan Satu Tahun Suzuki Fronx Melampaui Target Penjualan
-
Pemesanan JETOUR T1 dengan Harga Khusus Tembus 800 Unit Dalam Sebulan
-
Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia
-
Ini Ciri Mobil Butuh Servis Rutin Meski Belum Mogok
-
GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobi Baru Asal China
-
Motor Laki 'Empuk' Nggak Bikin Sakit Punggung, Ini 5 Opsinya
-
Penjualan Mobil Naik 15,9 Persen di Semester I 2026: Fuso Melejit, Honda Melempem