Suara.com - Saat memasuki hari libur, atau saat berlaku jam sibuk kantor, kemacetan kerap terjadi di berbagai ruas jalan.
Kadang sulit bagi beberapa pihak untuk dapat mengendalikan emosi dengan baik, terlebih saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Tanpa sadar, pengemudi jadi bersikap menyebalkan dan bisa memicu kemarahan pengemudi lain. Ini bisa mendasari munculnya road rage atau insiden kekerasan di jalanan.
Untuk menghindari terjadinya road rage, pereli Nasional Rifat Sungkar menyarankan untuk melakukan management waktu.
"Road rage terjadi ketika terpacu emosi dan tekanan waktu. Kalau kita tidak menjadi bagian road rage itu artinya kita bisa mengatur waktu dan diri sendiri," ujar Rifat Sungkar, beberapa waktu lalu.
Untuk menghindari terjadinya road rage, sambung Rifat, berangkat lebih cepat satu jam. Dengan berangkat lebih cepat pastinya akan lebih santai di jalan raya.
"Tenang di jalan raya akan memberikan ketenangan di bagi orang lain di sekitar kendaraan kita," terang Rifat Sungkar.
Terakhir, jangan ada distraksi atau gangguan saat mengemudi, misalnya main gadget atau bertelepon. Pasalnya sebagian dari pengemudi masih suka melakukannya.
Selain tidak fokus kepada tujuan utama yaitu mengemudikan kendaraan, management waktu juga bisa jadi berantakan karena berlama-lama di jalan. Yaitu membuang waktu dengan memperhatikan gadget lebih dari setir kemudi.
Baca Juga: Bantu Korban Erupsi Semeru, Divisi 4x4 Rescue dari Komunitas Otomotif DIY ke Lumajang
Berita Terkait
-
Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei Besok Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
-
Sisa Tanggal Merah Mei 2026: Masih Ada Long Weekend, Potensi 6 Hari Libur di Akhir Bulan
-
Mei 2026 Penuh Long Weekend! Cek Sisa Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
-
Jangan Keliru, Denda Tak Punya SIM dan Lupa Membawa Ternyata Beda
-
Tanggal Merah Bulan Mei 2026 Kapan Saja? Ini Daftarnya Berdasarkan SKB 3 Menteri
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Sinyal Kuat Suzuki Rilis Jimny 'Upgrade Nyata' dengan Iming-iming Harga Tetap
-
Jadwal Lengkap Moto3 Italia: Mampukah Veda Ega Harumkan Indonesia di Sirkuit Mugello?
-
Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?