Suara.com - Presiden Joko Widodo pada hari ini, Selasa (15/2/2022) meluncurkan Pelepasan Ekspor 2 Juta Unit oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan Ekspor Perdana Fortuner ke Australia.
Dikutip dari rilis resmi Toyota Indonesia sebagaimana diterima Suara.com, kegiatan ekspor Toyota Indonesia dimungkinkan oleh perkembangan industri otomotif nasional yang bergerak dari impor hingga awal 1970-an, diikuti produksi dengan komponen lokal kemudian menjadi basis produksi dan ekspor, serta kini memasuki tahapan pengembangan ekspor.
"Pencapaian kumulatif 2 juta unit ekspor dan ekspor perdana kendaraan utuh Toyota ke Australia merupakan bagian dari upaya kami berkontribusi pada perkembangan industri otomotif nasional Indonesia termasuk dalam menjaga neraca perdagangan yang positif," jelas Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
Kekinian, industri otomotif memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi terutama di masa pandemi. Industri ini telah memiliki rantai pasok yang dalam dari hulu ke hilir hingga ke level Industri Kecil Menengah, menyerap 1,5 juta tenaga kerja, serta memiliki peran dalam hal substitusi impor.
Tingginya tingkat kandungan dalam negeri produk-produk otomotif saat ini ada yang telah melampaui 80 persen. Menandakan terus berkembangnya industri komponen lokal Indonesia dalam mendukung manufaktur otomotif nasional.
Industri otomotif yang memiliki daya saing tinggi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global melalui perannya sebagai pencipta peluang ekspor.
Hasil ekspor otomotif merupakan produk berteknologi tinggi yang bernilai tambah karena dalam setiap tahapan pembuatannya memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak.
Berikut ini adalah sejarah ekspor Toyota Indonesia:
Toyota Kijang Super
- Ekspor Toyota Indonesia dimulai 1987 dengan pengapalan perdana Kijang generasi ketiga (atau Kijang Super) ke Brunei Darussalam.
- Volume ekspor perdana dalam jumlah sangat sedikit, 50 unit per bulan.
Toyota Kijang Innova
Baca Juga: Produksi Akumulatif Ekspor Toyota Indonesia Mencapai 2 Juta Unit, Pencapaian 1 Juta Dirayakan 2018
- Sejalan dengan upaya untuk terus meningkatkan daya saing, momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak dipercayanya Toyota Indonesia dalam proyek IMV di 2004.
- Posisi strategis sebagai basis produksi Kijang Innova, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus menjadi tantangan untuk membuktikan kapabilitas Indonesia.
- Sejak saat itu, volume ekspor Toyota Indonesia meningkat menjadi sekitar 7.000 unit per tahun.
Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, dan multi-model
- Upaya Toyota untuk meraih kepercayaan pasar ekspor bergerak bersama tumbuhnya industri otomotif Indonesia sehingga aktivitas ekspor Toyota semakin berkembang baik untuk volume dan negara tujuannya.
- Dimulai dari pengembangan pasar ke beberapa negara di Timur Tengah dan Amerika Latin, saat ini Toyota mengapalkan multi model.
- Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, Toyota Vios, Toyota Sienta, Toyota Veloz, Toyota Avanza, Toyota Rush, Toyota Lite Ace/Town Ace, Toyota Agya, dan Toyota Raize serta kendaraan dalam bentuk terurai (CKD), mesin bensin, komponen, dan alat bantu produksi telah diekspor.
- Tujuan ekspor mencapai lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
- Volume ekspor tahunan meningkat tajam menjadi lebih dari 100.000 unit per tahun sejak 2012, bahkan menembus angka 200.000 unit per tahun di 2018 dan 2019 sebelum pandemi COVID-19 menghantam ekonomi global.
- Setelah sempat terkoreksi hingga 30 persen di 2020 akibat pandemi COVID-19, ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota dari Indonesia di 2021 mencatatkan angka sebesar 188 ribu unit.
- Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor T-Brand sudah pulih hingga ke level 90 persen dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi.
- Tahun ini Toyota Indonesia juga berencana untuk melakukan produksi lokal model Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang juga ditujukan untuk pasar ekspor selain pasar domestik.
Berita Terkait
-
S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi
-
John Herdman Puas TC Timnas Indonesia di Bali, Singgung Fondasi Jelang Piala AFF 2026
-
Shin Tae-yong Mulai Revolusi di Persija, Pemain Macan Kemayoran Wajib Tunduk pada Aturan Disiplin
-
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Direktur Klub Ungkap Alasan Rekrut Bek Timnas Indonesia
-
Intip Wisma Terapung Asian Games 2026, Tempat Menginap Tim Indonesia
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan
-
Ngeri! Foto Korban Dimanipulasi AI Jadi Konten Pornografi, Pelaku Ditangkap
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin
-
Tak Hanya Salurkan KUR, Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Outlet Bank hingga Penyalur Bansos
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan
-
Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun
-
S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak
-
Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP