Suara.com - Adanya operasi militer yang dilancarkan Rusia atas Ukraina turut memberikan dampak bagi keberlangsungan operasional pabrik mobil di seluruh penjuru Eropa. Rantai pasokan komponen tersendat karena adanya blokade di wilayah udara, laut, dan darat. Khususnya di daerah-daerah perbatasan antarnegara.
Sehingga, industri otomotif yang memiliki pabrik di wilayah Eropa maupun Rusia sendiri menghentikan atau menangguhkan operasional pabrik.
Jadi, selain keputusan embargo atas sikap Negeri Beruang Merah, persoalan global chip semikonduktor dan pasokan komponen membuat para pelaku otomotif menyatakan stop produksi.
Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, kekinian pabrikan mobil di Eropa termasuk Volkswagen, dan beberapa anak perusahaannya seperti Porsche serta Audi menjalankan strategi substitusi.
Yaitu mengalokasikan komponen atau suku cadang imbas yang gagal masuk ke sebuah negara tujuan akibat blokade Rusia. Untuk digunakan sebagai materi produksinya. Beberapa pemasok tentunya mengalami kesulitan mengirimkan barang karena kendala di perbatasan antarnegara.
Sementara itu, BMW menyatakan secara bertahap akan melanjutkan produksi di pabrik Muenchen dan Dingolfing, Jerman pada pekan depan.
Meskipun konflik Rusia dan Ukraina masih berlangsung, demikian disebutkan juru bicara perusahaan sebagaimana dikutip dari Reuters pada Kamis (10/3/2022).
Ditambahkan pula, untuk pabrik BMW di pabrik Oxford, Inggris tetap ditangguhkan dua minggu. Dan brand premium Jerman ini tetap mewaspadai gangguan rantai pasok di masa mendatang karena krisis Rusia-Ukraina masih berlangsung.
Sebelum keputusan tadi, BMW terpaksa menangguhkan operasional pabrik karena kendala rantai pasok akibat operasi militer Rusia ke Ukraina.
Baca Juga: Tangguhkan Bisnis di Rusia, Lamborghini dan Ferrari Kompak Sumbangkan Dana Bantu Ukraina
Berita Terkait
-
AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini
-
Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat
-
Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Tips Bikin AC Mobil Dingin 'Semriwing': Tak Kepanasan saat Arus Balik Mudik
-
Arus Balik Lebaran 2026 Kapan Dimulai? Pemudik Harus Siap Hadapi Puncaknya
-
Cara Lapor Kecelakaan atau Kendala Mesin di Tol agar Bantuan Cepat Tiba
-
Cara Cek Kondisi Oli Mesin dan Air Radiator Sendiri di Rest Area Saat Mudik dan Balik Lebaran
-
Terpopuler: 7 Mobil Bekas Sekelas Isuzu Panther yang Irit, Motor Brebet saat Digas?
-
Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Melintas Sepanjang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
-
Piaggio Bicara Peluang Produksi Model Vespa Baru Rakitan Cikarang
-
Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota
-
Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global
-
Trik Aman Simpan Motor saat Ditinggal Lama Seperti Momen Mudik Lebaran