Suara.com - PT PLN (Persero) melakukan digitalisasi untuk layanan home charging agar konsumen yang membeli kendaraan listrik bisa mendapatkan fasilitas ini.
Dikutip dari kantor berita Antara, saat membeli mobil listrik, terdapat charger penggunaan rumah tangga, yang sepaket dengan mobil listrik.
Fasilitas home charging itu akan langsung dihubungkan ke server milik PLN menggunakan internet optik.
"Kalau ada yang beli mobil listrik, monggo lapor ke PLN, nanti langsung kami pasangkan ke server dan kami beri diskon. Tagihannya berbeda, untuk rumah tagihan lama masih ada, kemudian ada sub tagihan lagi khusus untuk peralatan home charging ini," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (28/3/2022).
Adapun rabat atau pemberian diskon ini bertujuan untuk meningkatkan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.
Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa mobil listrik terbaru untuk sekali isi daya mampu menempuh jarak 350 sampai 370 km, sedangkan rata-rata untuk pemakaian dalam kota hanya 80-100 km per hari, membuat mobil listrik hampir tidak membutuhkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU, namun cukup di rumah saja.
Menurutnya, pengisian daya mobil listrik di Eropa dan Amerika sebanyak 85 - 90 persen tidak di SPKLU, tetapi di rumah.
"Untuk itu, kalau charging di rumah butuh waktu lima jam, kami beri diskon dari jam 10 malam sampai jam 5 pagi. Ini adalah bahan bakar yang sangat murah," ujar Darmawan Prasodjo.
Adapun diskon tarif listrik sebesar 30 persen diberikan kepada pemilik kendaraan listrik yang melakukan pengisian daya baterai mobil listrik melalui fasilitas home charging pada pukul 22.00 - 05.00 WIB.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Hyundai-Kia di Amerika Serikat Tembus 500 Ribu Unit, Didorong IONIQ 5
"Kami memberikan diskon sebesar 30 persen, jadi biasanya tarif listrik Rp 1.450 per kWh menjadi Rp 1.100 per kWh," tandasnya.
Ia menambahkan bahwa pemberian diskon tarif listrik merupakan upaya PLN untuk meningkatkan konsumsi listrik pada malam hari. Di saat itu, utilisasi pembangkit listrik turun seiring penurunan aktivitas masyarakat dan industri.
Berita Terkait
-
Cara Mudah Punya Mobil Listrik Lewat Skema Pembiayaan Terbaru
-
Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya
-
Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu
-
Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris
-
Bukan Baterai Inilah Biang Kerok Kerusakan Mobil Listrik yang Paling Menguras Isi Dompet
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi