Suara.com - CEO Daimler, Martin Daum mengungkapkan bahwa harga kendaraan bertenaga listrik baterai (BEV) akan selamanya lebih mahal daripada mesin pembakaran internal (ICE atau Internal Combustion Engine).
Dia berpendapat sel baterai terlalu mahal, dan menunjukkan bahwa untuk membuat truk listrik baru saja, biaya terbesar adalah baterai.
Menurutnya, harga sebuah cell pack sudah cukup untuk membiayai mesin, transmisi, gardan, sistem tangki, dan pendingin di truk ICE.
Dengan demikian, Daum menegaskan, pihaknya harus menaikkan harga yang sudah tinggi di beberapa titik. Karena harga paket baterai yang tidak cukup murah.
"Rekan-rekan saya dan saya ingin membuat transportasi yang bebas karbon. Tetapi untuk mencapai kondisi ini kami membutuhkan lebih dari sekadar teknologi kendaraan yang tepat. Kami juga membutuhkan infrastruktur dan penggunaan biaya yang tepat," kata Martin Daum dalam sebuah wawancara bersama Finacial Times, dikutip dari Autoevolution.
Lebih jauh, dia bahkan berpikir hidrogen mungkin bisa menjadi alternatif yang lebih baik untuk mobil atau truk BEV. Karena tidak ada bahan baku yang mahal dan sedikitnya persaingan.
Selain itu, pelanggan juga harus dapat dengan mudah mengisi daya truk-truk mereka dan tentu saja harus dapat menghasilkan keuntungan jika mereka harus beralih ke kendaraan nol karbon.
"Jika tidak, konsumen tidak akan membelinya. Sesederhana itu," ujar Daum.
Ia juga menambahkan banyak keuntungan menggunakan truk EV ataupun ICE. Tetapi perusahaan perlu menetapkan bagaimana akan menggunakan armada truk dengan benar.
"Bukan sekadar peduli dengan efisiensi. Keuntungan konsumen perlu tetap dilindungi," terangnya.
Baca Juga: Motoran di Jalan Macet, Ini Wacana dari Joan Mir, Juara Dunia MotoGP 2020
Berita Terkait
-
Geely Lipat Gandakan Produksi EX2 di Purwakarta demi Pangkas Waktu Inden
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Elektrifikasi Transportasi Kian Melaju, Target 10.000 Bus Listrik Didukung Ekosistem Terintegrasi
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen
-
Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia
-
Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar
-
Mitsubishi Destinator Padukan Mesin Turbo dan Efisiensi Bahan Bakar untuk Harian