Suara.com - Kadir, komedian legendaris yang tumbuh bersama grup lawak Srimulat, berbagi kisah seputar dunia otomotif saat ngobrol di podcast Deddy Corbuzier. Khususnya tentang mobil-mobil koleksi serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU.
"Di masa jaya sebagai pelawak dulu, saya selalu mengikuti perkembangan pasar otomotif. Bayangkan saja, di masa itu rata-rata harga mobil masih berkisar Rp 300-400 juta, ya. Saya selalu beli. Termasuk saat muncul VW Caravelle, beli. Ada Honda Genio, beli," kisah lelaki kelahiran Lumajang Jawa Timur, 31 September 1951 yang bernama asli Haji Mubarak ini.
Akan tetapi, kondisi kesehatan dan popularitas membuatnya mesti berpisah dengan mobil-mobil koleksinya. Bahkan tiga kali terpaksa menjual rumah untuk pengobatan dan menghidupi keluarga.
Dari mobil-mobil kelas atas, spek pun menjadi sederhana. Kadir menjatuhkan pilihan kepada Suzuki Karimun.
Meskipun demikian, Kadir menyuarakan optimisme. Apalagi mengingat masa lalu, di mana ia datang dari keluarga "ekonomi lemah"--demikian ia membahasakan situasi finansial dengan kocak bersama komedian Doyok yang sama-sama menjadi bintang tamu Deddy Corbuzier.
"Jadi, naik mobil apapun saya bisa. Yang jadi masalah cuma saat isi bensin di SPBU," cerita Kadir dalam podcast sebagaimana dikutip Suara.com.
"Karena petugas akan mengenali dan menyapa, diteruskan kalimat yang menyatakan keheranan mengapa menggunakan mobil biasa," lanjut Kadir dengan sebagian kalimat yang menirukan keheranan orang yang menyapanya disensor.
Untuk itu, kepada para pegiat seni, termasuk untuk host podcast sendiri, yaitu Dedy Corbuzier, ia dan Doyok wanti-wanti agar gemar menabung.
Sebagai catatan, Suzuki Karimun atau lengkapnya Suzuki Karimun Wagon R adalah mobil kategori city car dengan pasar dominan di beberapa negara, seperti Indonesia, Jepang, serta India.
Baca Juga: Tesla Sibuk Investasi Pabrik, Volkswagen Anggap Sebagai Peluang Kejar Ketertinggalan
Harga kekinian sekira Rp 137 juta, mengandalkan mesin 3 silinder, kapasitas tangki 35L, tersedia dalam transmisi matik dan manual 5-percepatan, dan dimensi panjang x lebar x tinggi 3.600-3.635 mm x 1.475 mm x 1.670 mm.
Tag
Berita Terkait
-
Membeli Bukan Menyewa, Tak Ada Lagi Istilah Sisa Kuota Internet Hangus
-
MK Wajibkan Operator Seluler Sediakan Layanan agar Sisa Kuota Tetap Aktif
-
Cerita Bayi-bayi Nigeria Bayar Mahal Dampak Perang AS - Iran
-
Era Biodiesel B50 Mengintai Kondisi Mesin, Gunakan Proteksi Ekstra yang Relevan
-
Jaga Pasokan BBM, Elnusa Petrofin Kerahkan 711 Personel di Medan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya