Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melempar sindiran kepada pabrikan mobil Tanah Air yang dia sebut lebih banyak mau ketimbang bekerja dalam mengembangkan ekosistem mobil listrik.
Sindiran ini disampaikan Airlangga saat meresmikan produksi lokal mobil listrik Wuling Air ev di Cikarang, Jawa Barat pada Senin (8/8/2022).
"Apresiasi bahwa ini adalah kendaraan BEV yang diproduksi secara nasional dan tidak minta macam-macam langsung diproduksi saja," ujar Airlangga.
Lebih lanjut, menurut Airlangga, ini merupakan suatu hal yang membuktikan bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintah sudah sangat tepat.
"Berbeda dengan yang lain, di sini (Wuling) lebih banyak bekerja daripada berbicara," kata Airlangga.
Pria yang sempat menjabat sebagai Menteri Perindustrian ini juga memberi apresiasi terhadap Wuling karena telah berpartisipasi dalam pelaksanaan KTT G20 untuk menyediakan 300 unit kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan international tersebut.
"Saya sudah coba tadi, tidak ada suaranya dan warnanya cocok sekali," jelas Airlangga.
Wuling hari ini meresmikan produksi lokal mobil listrik Wuling Air ev. Mobil ini dirakit di Cikarang dan diklaim telah memiliki tingkat komponen dalam negeri sebesar 40 persen.
Meski demikian Wuling mengatakan bahwa mobil ini sebenarnya dirakit di Cikarang, tetapi diimpor secara terurai atau completely knocked down (CKD) ke Indonesia.
Baca Juga: Diproduksi di Cikarang, Mobil Listrik Wuling Air ev Punya TKDN 40 Persen
"Untuk lokalisasi sekarang di atas 40 persen. Untuk sekarang memang masih dalam bentuk terurai atau completly knock down," ungkap Han Dehong, Vice President SGMW Motor Indonesia.
Berita Terkait
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS
-
Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya
-
Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Solar Makin Mahal, Ini 8 Tips Hemat BBM Mobil Diesel agar Kantong Tetap Aman
-
Apakah Garansi Mobil Bekas Hangus Jika Unit Dijual Alias Pindah Tangan?
-
7 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya
-
Bosan Suspensi Keras? Coba LMPV Elegan Bekas Ini, Garansi Nyaman Keluarga Tenang
-
Semudah Merawat Avanza, Toyota Etios Valco sama Daihatsu Sirion Mending Mana?
-
Terpopuler: Alternatif Pajero Sport yang Kebal Biosolar, Motor Cakep Yamaha Penantang Scoopy
-
Serbuan Merek China Sukses Buat Penjualan Mobil Listrik Indomobil Lampaui Target 50 Persen
-
Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni
-
Motor Yamaha Satu Ini Bikin Scoopy Bisa Terpukul Mundur, Segini Harganya
-
Reinkarnasi Freelander Melalui Tangan Dingin Chery Siap Goyang Dominasi SUV Premium Global