Suara.com - Salah seorang ojol curhat di media sosial dimana dirinya kena apes saat mengantarkan customer wanita. Akun miliknya kena banned gegara dirinya dituduh customer melakukan pelecehan seksual.
Curhat ini pun dibagikan melalui akun media sosial TikTok @shempag dan kemudian di-repost oleh akun Twitter @merapi_uncover.
Kisah berawal ketika dirinya mendapatkan orderan untuk mengantarkan customer di Yogyakarta. Namun ketika dalam perjalan, ojol tersebut kehabisan bensin dan ia meminta izin kepada customer untuk mampir di SPBU di kawasan Tugu.
Ia memberi pilihan kepada customer wanita tersebut untuk ikut mengisi bahan bakar atau menunggu di titik penjemputan terlebih dahulu. Wanita ini memilih untuk ikut dengan driver. Setelah selesai membeli bahan bakar, ia mengantarkan ke titik tujuan.
Sesudah sampai di tempat tujuan, customer meminta untuk diturunkan ke lokasi depan Hotman Barbershop. Lalu, wanita tersebut menyerahkan helm kepada sang ojol dan menyebrang lagi ke sisi jalan yang berbeda.
Ojol tersebut terheran-heran kepada customer atas permintaan tersebut dan bertanya-tanya kepada diri sendiri kenapa meminta diseberangkan ke jalan tersebut padahal saat turun customer justru menyeberang kembali.
Tiba-tiba ojol tersebut mendapatkan insiden tak terduga. Akunnya pun kena banned oleh pihak aplikator. Diduga karena customer tadi melaporkannya dengan tuduhan pelecehan seksual.
Dari keterangan kronologi yang diunggah akun TikTok shempag, ia menjelaskan tidak melakukan apapun terhadap wanita tersebut, seperti menggoda, memegang, ataupun melakukan tindakan pelecehan seksual lainnya.
Atas laporan tersebut driver terkena Putus Mitra dan langsung menyelesaikan ke pihak penyedia layanan.
Dalam video selanjutnya, sang ojol berbagi cerita kalau akunnya sudah bisa digunakan kembali. Akun tersebut ternyata dibanned bukan gegara laporan atas pelecehan seksual tersebut melainkan verifikasi wajah yang tidak sesuai.
Video ini langsung menjadi bahan perbincangan publik. Beberapa warganet pun ikutan menanggapi dengan berbagai komentar di postingan.
"Alhamdulillah mas, semangat terus kerjanya dan lebih berhati-hati lagi kedepannya," tulis @Sha***.
"Alhamdulillah, semangat kakak kerjanya, semoga dihindarkan dari komentar yang tidak bertanggung jawab ya kak," beber @cik***.
"Kalo emang bener masnya nggak ngelecehin, semoga berbalik ya mbak kamu beneran kena balasannya," celetuk @add***.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Itung-itungan Pajak Tahunan Wuling Air EV usai Aturan Baru: Masih Layak Dilirik?
-
5 Rekomendasi Jaket Cowok Murah untuk Naik Motor Harian Anti Gerah
-
Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia
-
5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino
-
Wuling Tetap Pede Jual Mobil Listrik di Tengah Aturan Pajak Baru
-
Dominasi Daihatsu Gran Max di Pasar Mobil Niaga Indonesia Kian Tak Terbendung Kompetitor
-
5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino
-
Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?
-
Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target
-
Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal