Suara.com - Mengapa dibutuhkan dokumen berkendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), tanda pengenal seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk) sampai keabsahan kendaraan yang dikemudikan, menunjukkan bahwa kegiatan membawa kendaraan bermotor, dalam hal ini mobil adalah sesuatu yang serius.
Memiliki dampak hukum, serta membawa tanggung jawab tidak saja bagi yang bersangkutan namun pengguna jalan raya lainnya.
Dikutip dari Goldstein Hayes & Lina, LLC, sebuah situs hukum yang menangani korban kecelakaan lalu-lintas akibat kelalaian pengemudi, berada di balik setir dalam kondisi terdistraksi termasuk hal paling fatal.
Disebutkan bahwa mengemudi terdistraksi adalah salah satu bahaya yang paling banyak ditemukan di kalangan pengemudi muda usia atau remaja. Kelompok ini paling rentan berperilaku sembrono dan melakukan kesalahan saat berada di jok pengemudi karena kurangnya pengalaman berada di jalan raya.
Mengingat dampak hukumnya besar sekaligus bisa membahayakan jiwa pengemudi maupun orang lain, banyak negara bagian di Amerika Serikat memperketat hukuman bagi individu yang mengemudikan mobil dalam kondisi terdistraksi.
Oleh karena itu, sangat penting bagi para pengemudi untuk memahami betapa berbahaya mengemudi terdistraksi, sekaligus melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi. Sehingga bisa memastikan keselamatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar kendaraan di jalan raya.
Apa sajakah yang termasuk penyebab atau pemicu terjadinya mengemudi terdistraksi?
- Apa saja yang mampu mengalihkan perhatian seseorang dari jalan raya disebut sebagai kondisi pembuat distraksi. Contohnya:
- Penggunaan ponsel atau smartphone. Sudah ada jargonnya: yang bawa mobil meliuk-liuk tidak lurus garis atau diam terlalu lama saat kendaraan lain bergerak artinya tengah sibuk dengan smartphone.
- Aktivitas makan atau ngemil. Juga menikmati minuman yang terus dipegang dengan salah satu tangan.
- Berinteraksi dengan penumpang di dalam mobil, seperti mengobrol sampai bertikai sehingga mengabaikan aktivitas utama yaitu menyetir.
- Segala hal atau aktivitas lain apa pun yang mengganggu fokus penuh dalam mengemudi.
Bagaimana cara mengatasi atau penanganannya?
- Disiplin diri sendiri termasuk menanamkan pengertian, antara lain teks di ponsel bisa menunggu untuk dibaca nanti.
- Termasuk disiplin adala tidak ngemil alias menunda makan sampai tiba di tujuan.
- Bila membawa anggota keluarga, teman, kerabat, atau siapa pun yang berpotensi mengganggu aktivitas mengemudi, antara lain dengan obrolan dan celoteh mereka, cari cara untuk menenangkan diri di jalan. Atau meminimalkan jumlah orang di dalam kendaraan.
Berikut daftar tiga macam gangguan utama yang membuat kegiatan mengemudi membahayakan diri sendiri dan sekeliling:
Baca Juga: Kemarau Panjang Melanda Indonesia, Garda Oto Bagikan Tips Jaga Tiga Komponen Penting Mobil
- Mengemudi dalam keadaan mabuk
- Mengemudi dalam kondisi lelah, mengantuk termasuk di antaranya
- Mengemudi dalam keadaan terdistraksi atau terganggu sehingga gagal fokus.
Berita Terkait
-
Ikut Demo? Jangan Lakukan 5 Kesalahan Fatal Ini saat Terpapar Gas Air Mata
-
Di Balik Thanksgiving Berdarah: Misteri Kelam Keluarga Sam Holland
-
Fatal Frame II Remake Siap Rilis, Hadirkan Teror Klasik Lebih Mencekam
-
Fatal! Dobrak Pintu Dikira Ada 'Pacar Gelap', Pria Ini Syok Tahu Siapa yang Dipukulnya
-
Awas Ada Bahaya yang Mengintai Jika Terpaksa Mengemudi Mobil saat Berpuasa
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
-
BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
-
6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar
-
Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum
-
Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Bukan Koperasi Biasa, Kopdes Infrastruktur Pemerintah untuk Salurkan Bantuan