Suara.com - Berkendara saat hujan dapat menjadi tantangan ekstra bagi para pengemudi mobil. Dari jalanan yang licin hingga visibilitas yang berkurang, kehati-hatian ekstra diperlukan.
Dikutip dari situs resmi Daihatsu, berikut enam tips penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan saat berkendara dalam cuaca hujan.
1. Hindari Rem Mendadak
Mengerem mendadak pada jalanan basah dapat menyebabkan mobil kehilangan traksi dan aquaplaning. Pengereman perlahan dan hati-hati dianjurkan untuk menjaga traksi kendaraan dan menghindari kecelakaan.
2. Kurangi Kecepatan
Jalanan basah membuat kendaraan sulit dikendalikan. Kurangi kecepatan agar memiliki lebih banyak waktu untuk merespon situasi darurat dan menjaga kendaraan tetap terkendali.
3. Jaga Jarak Aman
Jarak aman perlu dipertahankan, terutama saat kondisi jalanan licin. Pengereman memerlukan waktu lebih lama pada jalanan basah, jadi jaga jarak dengan kendaraan lain untuk menghindari tabrakan.
4. Manfaatkan Lampu Hazard
Baca Juga: 6 Fakta Oli Gardan: Apa Fungsinya? Kapan Harus Ganti?
Saat berhenti di pinggir jalan atau lokasi yang berbahaya, aktifkan lampu hazard. Ini membantu memberi tanda kepada pengendara lain tentang keberadaan kendaraan yang berhenti, terutama saat hujan deras dan penerangan minim.
5. Atur Semburan AC
Semburan AC yang tidak diatur dengan baik dapat membuat kaca menjadi berembun, mengurangi visibilitas. Atur kipas AC ke tengah atau ke atas, hindari mengarahkannya ke jendela, dan atur suhu pada tingkat rendah untuk mencegah embun.
6. Hindari Melewati Genangan Air
Genangan air bisa menjadi perangkap tersembunyi. Hindari melewatinya, terutama jika tidak yakin kedalaman air. Air yang terciprat bisa masuk ke dalam mesin dan merusak komponen. Keselamatan mesin juga perlu diperhatikan saat melintasi genangan air.
Mengetahui dan menerapkan tips-tips ini dapat membuat pengemudi lebih siap menghadapi tantangan berkendara di bawah hujan. Keamanan dan keselamatan selalu menjadi prioritas utama, terutama dalam kondisi cuaca yang kurang menguntungkan.
Berita Terkait
-
6 Fakta Oli Gardan: Apa Fungsinya? Kapan Harus Ganti?
-
Negara Ini Sukses Gusur Posisi Jepang sebagai Eksportir Mobil Terbesar
-
Sempat Ditertawakan Elon Musk, BYD Ungguli Penjualan Tesla?
-
Review Film "Over Drive", Aksi Balap Mobil yang Seru dan Menegangkan
-
Autopilot pada 2 Juta Mobil Cacat, Tesla Tebar Update Software
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Sering Ngantuk Saat Riding di Bulan Puasa? Lakukan 3 Hal Simpel Ini Agar Tetap Aman
-
Stylo Versi Mewah, Ini Dia Skutik Retro Ala Eropa dari Honda dengan Fitur Modern
-
Agrinas Impor Pikap India saat Industri Otomotif Lokal Berjuang Hindari PHK
-
Warna Baru Yamaha Grand Filano Hybrid yang Makin Stylish untuk Anak Muda
-
Hati-Hati Surat Tilang Digital Palsu di WhatsApp, Kenali Ciri Pesan Resmi dari Korlantas
-
Mengapa Harus Impor CBU dari India Saat Kapasitas Manufaktur Lokal Masih Melimpah
-
Sinyal Kuat Genesis Masuk Indonesia Bocoran Harga Muncul di Situs Resmi
-
Awas Kehabisan Bensin! Kenali Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C Sebelum Mudik Lewat Tol
-
Market Share Hampir 40 Persen Buktikan Dominasi Mitsubishi Fuso di Sektor Kendaraan Niaga
-
Polemik Koperasi Merah Putih: Mengapa Pilih Mahindra Ketimbang Esemka? Cek Perbandingannya