1. Suhu mesin naik
Indikator utama kehabisan air radiator adalah naiknya suhu mesin. Suhu mesin yang normal berkisar antara 80-90 derajat Celcius. Jika suhu mesin melebihi 100 derajat Celcius, maka mesin kemungkinan besar mengalami overheating.
2. Terjadi kebocoran
Tanda-tanda kebocoran cairan pendingin dapat dilihat dari adanya jejak noda merah di bawah kendaraan. Selain itu, Anda juga dapat memeriksa radiator dan selang-selang radiator untuk melihat apakah ada tanda-tanda kebocoran.
3. Mesin ngelitik
Mesin ngelitik adalah kondisi di mana mesin mengeluarkan suara kasar seperti ketukan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh overheating, salah satu penyebabnya adalah kehabisan air radiator.
4. Mesin mogok
Jika mesin mengalami overheating yang parah, maka mesin dapat mogok. Hal ini disebabkan oleh kerusakan komponen mesin akibat suhu yang terlalu tinggi.
Langkah Pencegahan
Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Indonesia Efektif Pekan Depan
Untuk mencegah terjadinya kehabisan air radiator, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
1. Periksa level cairan pendingin secara rutin
Level cairan pendingin harus selalu diperiksa secara rutin, terutama sebelum memulai perjalanan. Jika level cairan pendingin kurang, maka segera tambahkan cairan pendingin.
2. Ganti cairan pendingin secara berkala
Cairan pendingin memiliki masa pakai tertentu, yaitu sekitar 2-3 tahun atau 40.000-60.000 kilometer. Cairan pendingin yang sudah lama tidak diganti dapat kehilangan kemampuannya untuk mendinginkan mesin dengan optimal.
3. Perbaiki kebocoran
Jika terjadi kebocoran pada sistem pendingin, segera perbaiki kebocoran tersebut. Kebocoran dapat menyebabkan air radiator berkurang dan mesin dapat mengalami overheating.
Kehabisan air radiator dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa level cairan pendingin secara rutin dan mengganti cairan pendingin secara berkala.
Selain itu, segera perbaiki kebocoran pada sistem pendingin jika terjadi. Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan tersebut, Anda dapat menjaga kesehatan mesin dan mencegah terjadinya kerusakan yang tidak diinginkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius
-
Harga BYD M6 DM di bawah Rp300 Juta, Lebih Murah dari Toyota Veloz Hybrid
-
Strategi Yamaha Banjir Promo di Jakarta Fair 2026 Redam Dominasi Pesaing
-
Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali
-
Meksiko Tantang Pasar Otomotif Dunia Lewat Mobil Listrik Nasional Seharga LCGC
-
Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi
-
Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci
-
Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL
-
Kawasaki Luncurkan Motor Matic hingga Mobil Seharga Miliaran, Intip Spesifikasinya
-
BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun