Suara.com - Mengemudi dengan kecepatan tinggi berpotensi membuat kecelakaan yang fatal di jalan raya. Bahkan, rata-rata kecelakan maut di jalan tol karena pengendara melewati batas kecepatan.
Pengemudi sering tergoda untuk melampaui batasan kecepatan yang ditetapkan. Speeding adalah istilah yang mengacu pada perilaku mengemudi kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan.
Tentu melakukan pelanggaran kecepatan memiliki konsekuensi hukum. Ketika tertangkap melanggar batas kecepatan, pengemudi akan dihadapkan pada tilang. Yang paling serius, adalah kecelakaan yang berbahaya bagi para pengguna jalan.
Untuk menghindari pelanggaran kecepatan, penting bagi pengemudi untuk mematuhi batas kecepatan yang ditetapkan. Batas kecepatan minimal adalah 60 km/jam dan maksimal 80 km/jam di jalan tol perkotaan. Sementara jalan tol luar kota, batas kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam.
Pelanggaran batas kecepatan maksimal di jalan tol menjadi pemicu kecelakaan yang cukup besar. Faktor penyebab kecelakaan utama yaitu pengemudi, diikuti oleh kendaraan dan lingkungan. Untuk faktor pengemudi, over speed atau ngebut mencatat kasus paling besar dari total jumlah kecelakaan.
Ini beberapa faktor yang membuat pengendara rawan terjadi kecelakaan akibat over speed yang dikutip dari Toyota Astra:
Tunnel Vision Ketika Ngebut

Memacu mobil dengan kecepatan tinggi atau ngebut hingga melebihi batas kecepatan sangat berbahaya. Ketika memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi atau melampaui batas kecepatan maksimal, bisa menyebabkan pandangan pengemudi menjadi tunnel vision.
Tunnel vision merupakan kondisi dimana fokus pandangan pengemudi hanya pada satu titik di depan saja, sedangkan pandangan kanan kiri menjadi blur (tidak jelas). Dalam kondisi tersebut, ketika ada pengendara lain yang masuk di jalur yang sama bisa membuat Anda kaget.
Baca Juga: Penampakan Pierre Abraham Si Supir Fortuner Pake Baju Tahanan, Diancam 6 Tahun Penjara!
Anda bisa melakukan tindakan refleks yang membahayakan seperti mengerem mendadak atau pindah lajur padahal kondisi tidak memungkinkan. Jelas sangat berbahaya jika terjadi saat kecepatan tinggi, apalagi ditambah jalan licin.
Mobil Belum Tentu dapat Dikendalikan
Selain itu, belum tentu mobil Anda dapat melakukan manuver di kecepatan tinggi. Seperti pengereman mendadak yang membutuhkan keandalan komponen rem mobil. Atau pindah lajur yang membutuhkan dukungan kinerja kemudi, suspensi dan ban.
Ketika mobil tidak mendukung akibat spesifikasi yang kurang pas seperti memakai MPV yang bongsor, atau ada penurunan kondisi parts mobil seperti ban aus atau rem bocor, maka ada potensi masalah seperti mobil tergelincir atau rem blong.
Kemahiran Pengemudi Berbeda
Kemahiran setiap pengemudi tidak sama sehingga reaksi yang dilakukan bisa berbeda dan berbahaya. Anda yang sudah berpengalaman 10 tahun mengemudi tentu berbeda dengan pengemudi pemula. Tentu cara merespons masalah di jalan pun berbeda sehingga hasilnya juga tidak sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian