Suara.com - Pertamina menjadi bahan perbincangan publik dimana kasus korupsi yang menjerat petinggi karena melakukan oplos Pertamax dan RON 90.
Tak cuma itu, kasus ini juga memantik gerakan boikot ke Pertamina, dan seruan untuk beralih ke SPBU swasta.
Sejenak kemudian, mencuatlah sederet informasi miring yang didengungkan terkait SPBU-SPBU swasta tersebut di media sosial.
"GUYS JANGAN PAKAI BP YAAAA... British Petroleum adalah salah satu vendor ONG yg menang tender eksplorasi & eksploitasi minyak di perairan Mediterania wilayah GAZA! Makanya penduduk GAZA mau diusir. BP bekerja utk ISRL & Zionis," cuit salah seorang warganet di media sosial X.
Tak cuma BP, SPBU swasta lain seperti Shell dan juga Vivo juga turut dikuliti warganet.
Masalahnya, apakah kabar miring tersebut adalah fakta atau mitos? Berikut sederet fakta menarik dari SPBU kompetitor Pertamina dilansir dari berbagai sumber.
1. Si hijau yang dituding pro Zionis
British Petroleum (BP), raksasa minyak yang namanya sudah mendunia. Namun dalam dosa-dosa perusahaan ini dalam beberapa waktu silam kembali diungkit.
Terlepas dari skandal yang melanda Pertamina, dosa yang dimaksud adalah narasi terkait keterlibatan mereka dalam eksplorasi minyak di perairan Mediterania wilayah Gaza.
Baca Juga: Respons Dugaan Korupsi Pertamina, Prabowo Kepalkan Tangan: Oke, Kami Bersihkan!
Fakta Mengejutkan
Kisah ini menjadi lebih menarik ketika terungkap bahwa BP bukan sekadar pemain baru dalam drama ini. Mereka telah lama menjadi pemasok bahan bakar untuk Israel.
Namun yang lebih menggelisahkan adalah dugaan adanya "hidden agenda" di balik desakan agar penduduk Gaza meninggalkan wilayah mereka.
Meski situs resmi BP bungkam tentang isu ini, media internasional seperti Cradle mengungkap bahwa BP memang pernah berencana membeli saham ladang gas di lepas pantai Haifa.
Namun, seperti drama yang tak terduga, rencana ini kemudian dibatalkan dengan alasan "ketidakpastian lingkungan eksternal".
Gelombang protes pun tak terelakkan. November 2023 menjadi saksi bagaimana para aktivis iklim turun ke jalan, mengepung kantor pusat BP.
Mereka memprotes kerja sama BP dengan Israel di tengah konflik Gaza yang telah merenggut lebih dari 31.000 nyawa, mayoritas perempuan dan anak-anak.
Menariknya, kisah ini juga berdampak pada hubungan diplomatik yang lebih luas. Perjanjian Abraham Accords 2020 yang menormalisasi hubungan UEA-Israel kini berada di persimpangan, tergerus oleh konflik yang tak kunjung usai di Gaza.
2. Vivo
SPBU Vivo yang belakangan ini menjadi buah bibir masyarakat karena isu kepemilikannya yang dikaitkan dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang bisa jadi deal breaker di kalangan para pengkritiknya.
Mari kita telusuri bersama fakta di balik kepemilikan Vivo ini:
Dilansir dari laman resmi, PT Vivo Energy Indonesia, yang menaungi SPBU Vivo, memiliki sejarah menarik. Bermula sebagai PT Nusantara Plant Indonesia pada 2015, perusahaan ini bertransformasi menjadi Vivo Energy Indonesia di tahun 2017.
Struktur kepemilikan saham perusahaan ini terbagi antara dua pemain utama:
- Mansel Oil Asia Pte Ltd
- Nusantara Energy Resources Pte Ltd
Yang menarik, berdasarkan catatan ICIJ (International Consortium of Investigative Journalists), nama Prabowo Subianto muncul dalam jajaran kepemimpinan Nusantara Energy Resources - perusahaan yang terdaftar di Bermuda, salah satu surga pajak dunia. Ia tercatat sebagai direktur sekaligus wakil ketua perusahaan tersebut.
Dari segi kepemilikan saham, Nusantara Energy Resources memang mendominasi dengan total kepemilikan mencapai ratusan miliar rupiah.
Sementara Mansel Oil Asia memiliki porsi yang lebih kecil dengan kombinasi saham seri A, B, dan C senilai total sekitar Rp1,44 miliar.
Demikianlah gambaran kompleks di balik kepemilikan SPBU Vivo yang kini semakin ekspansif di Indonesia. Meski ada keterkaitan dengan Prabowo melalui Nusantara Energy Resources, struktur kepemilikannya menunjukkan bahwa bisnis ini merupakan hasil kolaborasi beberapa pihak dalam industri energi.
3. Shell
Siapa sih yang tak kenal si kuning yang satu ini? Walau pesebaran SPBU-nya kurang masif dan cuma ada di kota besar, namun setidaknya merek Shell juga bisa ditemui di sektor pelumas kendaraan.
Masalahnya adalah ada tudingan negatif terkait sepak terjang perusahaan ini, khususnya di luar negeri.
31 Mag, media akar rumput dari Belanda, menuliskan bahwa perusahaan ini cukup dibenci, khususnya oleh aktivis lingkungan karena banyak skandal.
"Secara khusus, tuduhan bencana lingkungan dan kecurigaan pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Afrika telah menjadi subjek kampanye boikot besar-besaran," tulis media luar negeri tersebut.
"Perusahan Inggris-Belanda harus membayar sejumlah sekitar 55 juta pound untuk membayar kembali penduduk wilayah Bodo Nigeria atas kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tumpahan pipa minyak yang pada tahun 2008 mencemari wilayah Delta Niger."
Selain itu, pelanggaran HAM juga sempat disematkan pada perusahaan yang identik dengan warna kuning ini.
"Sejak 1990-an, Shell dan mantan rezim militer Nigeria telah menemui perlawanan dari Gerakan Kelangsungan Hidup Rakyat Ogoni (MOSOP) yang dipimpin oleh aktivis politik Ken Saro-Wiwa. Pada tahun-tahun itu, demonstrasi damai sering ditekan dengan kekerasan dan mematikan oleh polisi Nigeria sampai, pada tahun 1995, eksekusi publik terhadap Saro-Wiwa dan 8 aktivis lainnya. Shell tidak keluar tanpa cedera dan dituntut atas pelanggaran hak asasi manusia," lanjut media tersebut.
Jadi, dari banyaknya isu miring terkait SPBU swasta dan negeri, mana yang tetap menjadi favorit Anda?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pilihan Mobil Elektrifikasi Baru LEPAS L8 dan E4 di IIMS 2026
-
Apakah Mobil Listrik Pakai Oli? 3 Rekomendasi Molis MPV Murah 7 Seater
-
Sepeda Listrik yang Bagus Merk Apa? 5 Rekomendasi Murah Tapi Berkualitas
-
BlackVue Indonesia Rilis Dashcam 4K dengan Fitur Rekam Malam di IIMS 2026
-
Mitsubishi Targetkan 3000 SPK di IIMS 2026
-
5 Mobil Kecil Tapi Gagah, Modal Rp70 Juta Dapat Fitur Keyless
-
Mitsubishi Bawa Mobil Hybrid ke Indonesia di Semester II 2026
-
VinFast Resmi Menjual VF MPV 7 di IIMS 2026, Harga Mulai Rp345 Juta
-
LEPAS Tawarkan Pengalaman Berkendara Premium di IIMS 2026
-
Cek Perbedaan Mobil Listrik BYD Atto 3 Advance dan Superior, Mana Lebih Baik?