Suara.com - Polytron pada pekan ini meluncurkan mobil listrik perdananya Polytron G3 di Jakarta dan meski pun disebut sebagai mobil nasional oleh beberapa pihak, mobil ini ternyata diboyong dari China.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo di sela-sela peluncuran mobil listrik itu pada Selasa kemarin (6/5/2025) mengatakan mobil ini dikembangkan oleh Skyworth Auto dari Tiongkok.
"Iya, kita ada kerja sama dengan Skyworth. Kita cari produk apa yang mereka punya dan yang sesuai dengan karakter masyarakat di Indonesia," terang Tekno ketika ditanya tentang kerja sama Polytron dengan Skyworth Auto.
Meski demikian Tekno menegaskan pihaknya tidak melakukan rebadge - hanya mengganti logo atau merek mobil buatan pabrikan lain dengan logo pabrikan sendiri.
"Sebetulnya kita adalah sharing platform. Ini sangat lazim dalam industri otomotif. Kita kerjasama dengan mereka," terang Tekno lebi lanjut.
Dari desain luarnya, Polytron G3 memang identik dengan Skyworth K di Tiongkok, yang juga sudah dijual di beberapa negara lain termasuk Singapura.
Mobil Merek Asli Indonesia
Sebelumnya dalam peluncuran Polytron G3 di Jakarta, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memuji pabrikan yang juga dikenal sebagai PT Hartono Istana Teknologi karena memproduksi kendaraan bermotor sendiri dengan merek nasional.
"Apresiasi kepada Polytron atas peluncuran mobil listrik dengan merek nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa industri otomotif Indonesia mampu memproduksi kendaraan bermotor sendiri dengan kualitas yang bersaing," dalam sambutannya.
Baca Juga: Mobil Listrik Polytron G3 Dirakit di Indonesia, Numpang di Fasilitas Handal
Agus mengatakan peluncuran mobil listrik Polytron memperlihatkan kebangkitan industri otomotif dalam negeri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pasar kendaraan listrik secara domestik maupun global.
"Peluncuran mobil listrik Polytron G3 ini sekali lagi menandai kehadiran merek asli Indonesia, tak hanya memperlihatkan kebangkitan industri otomotif kita, tapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam pasar kendaraan listrik," beber Agus.
Selain itu Agus juga memuji Polytron, yang telah melaporkan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN Polytron G3 yang mencapai 40 persen - berdasarkan penilaian sendiri atau self assessment.
"Dengan semakin tingginya nilai TKDN pada produk kendaraan listrik, tentu kita dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor, serta mengoptimalkan potensi industri manufaktur di Indonesia," kata dia.
Beberapa komponen yang kasat mata pada Polytron G3 memang terlihat dari perusahaan dalam negeri, termasuk speaker premium XBR yang buatan Polytron sendiri dan ban buatan PT Gajah Tunggal.
Meski demikian, Polytron belum memiliki pabrik sendiri untuk merakit mobilnya di Indonesia. Tekno mengatakan pihaknya akan memanfaatkan fasilitas produki milik PT Handal Indonesia Motor untuk memproduksi mobilnya.
Berita Terkait
-
Polytron Luncurkan Mobil Listrik di Perayaan HUT 50 Tahun, Inikah Wujudnya?
-
Tanpa Suara dan Emisi, tapi Larinya Ngebut! Kenalan dengan Polytron FOX 500
-
Polytron Disebut Akan Bangun Mobil Listrik Nasional, Sudah Gandeng Pabrikan China
-
Mobil Nasional Bukan Cuma Isapan Jempol? Moeldoko Mengonfirmasi, Polytron Siap Turun Gunung
-
Inikah Mobil Listrik Pertama Polytron? Gagah bak Fortuner, Baterainya Sekasta dengan BYD Seal
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
Terkini
-
Data 2022-2025: Retail Sales Mobil Honda Terjun 30 Persen, Apa Kabar Toyota dan Mitsubishi?
-
Apa yang Dimaksud Vampir Oli pada Motor? Kenali 5 Penyebabnya
-
Mengapa Mobil Manual Masih Relevan di Indonesia Meski Jakarta Makin Macet? Ini 4 Pilihan Hemat
-
4 Masalah Khas Honda Scoopy dari Generasi Karbu hingga eSP, Lengkap dengan Solusi dan Biaya Servis
-
VinFast Optimis di Tengah Penurunan Tren Penjualan Motor Listrik Nasional
-
Bridgestone Ecopia Tersedia dengan Ukuran Baru untuk Innova Zenix
-
Berapa Biaya Servis Motor Listrik? Intip Estimasi Pengeluaran Selama 5 Tahun Pemakaian
-
IPONE Luncurkan Oli Katana Series di IIMS 2026 Bawa Teknologi Ester untuk Motor Matic
-
Suzuki e VITARA Meluncur di Indonesia Jadi Mobil Listrik Pertama dari Suzuki
-
Mitsubishi Motors Suguhkan Destinator dan Xforce 55th Anniversary Edition di IIMS 2026