Suara.com - SK On, salah satu pemain besar baterai dunia, menilai era baterai solid-state akan membuka babak baru. Kepala R&D SK On, Park Kisoo, optimistis bahwa aplikasi pertama akan menyasar sel pouch, area yang mereka kuasai.
Menurut laporan Inside EV, dalam pandangannya, keunggulan itu bisa menjadi senjata untuk menantang dominasi mobil listrik China.
Mengapa ramai diperbincangkan? Baterai solid-state mengganti elektrolit cair pada lithium-ion konvensional dengan elektrolit padat, yang secara teori menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, pengisian lebih cepat, usia pakai lebih lama, dan stabilitas termal jauh lebih baik.
Singkatnya: mobil bisa melaju lebih jauh, mengisi lebih cepat, dan lebih aman.
China memimpin semi-solid, Barat dan Jepang mengejar
Meski solid-state penuh belum komersial, jembatannya, semi-solid-state, sudah berjalan. Produsen China memimpin adopsi awal.
Nio telah menaruh paket semi-solid di jalanan China, sementara MG Motor mengumumkan akan menjadi produsen pertama yang memasang baterai semi-solid ke EV mass-market yang terjangkau, MG4.
Di sisi lain, pabrikan Barat mempercepat uji coba: Mercedes-Benz memasang baterai semi-solid dari startup AS, Factorial, ke EQS untuk pengujian, dan Stellantis berencana menyiapkan prototipe Dodge Charger Daytona EV dengan paket Factorial tahun depan.
BMW bahkan unjuk kemampuan all-solid-state di i7 test mule pada Mei lalu.
Baca Juga: Hyundai Heran Harga Mobil Listrik China Bisa Murah Banget
Garis besarnya jelas: semua kubu berlari. China unggul di jembatan teknologi, sementara Eropa, AS, dan Korea menata strategi untuk lompatan berikutnya. Strategi SK On: tingkatkan yang ada, siapkan lompatan
Sembari menunggu terobosan solid-state matang, ada ruang besar untuk menyempurnakan sel lithium-ion hari ini.
SK On mengembangkan manajemen termal berbasis immersion cooling, bukan hanya untuk EV, tetapi juga pelanggan pusat data AI dan sistem penyimpanan energi.
Pendinginan yang lebih efektif berarti performa stabil dan usia pakai lebih panjang, dua hal yang langsung meningkatkan nilai produk.
Keunggulan lain SK On adalah skala produksi. Di penghujung pemerintahan Biden, pemerintah AS menyetujui pinjaman sebesar 9,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp157.008.000.000.000 untuk BlueOval SK, joint venture Ford dan SK On, guna membangun tiga pabrik baterai raksasa di Tennessee dan Kentucky.
Ini adalah pinjaman terbesar dalam sejarah program Advanced Technology Vehicles Manufacturing, mempertegas dukungan untuk memperluas kapasitas global.
Mengapa ini bisa "menggusur" China
China saat ini dominan di baterai dan EV berkat skala, biaya, dan kecepatan berinovasi.
Tetapi bila solid-state benar-benar matang di tangan pemain seperti SK On, terutama pada format pouch yang sudah mereka kuasai, keunggulan bisa bergeser ke aspek performa, keamanan, dan efisiensi sistem.
Jaringan pabrik yang terus bertambah, dan basis pelanggan otomotif besar membuat Korea Selatan berada di posisi siap ketika momen solid-state tiba.
Realistisnya, komersialisasi all-solid-state masih butuh waktu. Namun arah perburuan teknologi sudah terang. Dalam jangka pendek, konsumen akan merasakan manfaat dari baterai lithium-ion yang lebih dingin, lebih awet, dan lebih cepat mengisi.
Dalam jangka menengah, semi-solid mengisi celah. Dan ketika solid-state benar-benar masuk pasar, peta persaingan EV, termasuk dominasi China, bisa berubah signifikan.
Bagi pasar Indonesia, artinya sederhana: nantikan EV dengan jarak tempuh lebih jauh, waktu isi ulang lebih singkat, dan keamanan baterai yang meningkat, seiring rantai pasok global baterai kian terdiversifikasi oleh pemain Korea.
Berita Terkait
-
Hyundai Heran Harga Mobil Listrik China Bisa Murah Banget
-
Kuota Impor Habis di Akhir Tahun, Produsen Mobil Listrik China Harus Bangun Pabrik di Indonesia
-
Bos BYD Tertangkap Kamera Sambangi Pabrik Xiaomi, Siapkan Produk Kolaborasi Mobil Listrik?
-
Induk Usaha Neta Restrukturisasi, Bagaimana Nasib Konsumen Indonesia?
-
Baterai Solid State Dinilai Masih Jauh Dari Kata Siap untuk Produksi Massal Mobil Listrik
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Terpopuler: 5 Pilihan Sepeda Listrik Terbaik, Motor Hybrid Termurah di Indonesia
-
4 Pilihan Motor Hybrid di Indonesia dari Termurah hingga Premium
-
Rekomendasi 3 Motor Listrik Sensasi ala Nmax: Mending Fox 350, Gesits GV1, atau United T1800?
-
3 Mobil Listrik Terlaris China Bertarung di Indonesia, Simak Fitur Menariknya!
-
Cari Nyaman atau Desain Gahar? Begini Perbandingan Indomobil eMotor Tyranno vs Polytron Fox 350
-
Efisiensi vs Style, Mending Mitsubishi Mirage atau Honda Brio Bekas?
-
Berapa Harga Baru Suzuki Fronx 2026? Segini Pajak Tahunan, Konsumsi BBM, Tenaga Mesin
-
Nissan March Berapa Silinder? Intip Harga Seken, Spek, Pajak Tahunan, Konsumsi BBM
-
Mobil Nissan Apa Saja? Intip Daftar Harganya Februari 2026 dari SUV, MPV hingga Mobil Listrik
-
Arsitektur e-Platform BYD Menjadi Standar Baru Kendaraan Listrik Masa Depan di Indonesia