Suara.com - Pernah bergidik ngeri saat melihat kendaraan taktis (rantis) super besar melintas di jalan? Itulah Barracuda, monster lapis baja yang ternyata menyimpan segudang rahasia canggih dan menariknya, sudah dinyatakan lulus standar Hak Asasi Manusia (HAM).
Ini bukan sekadar mobil besar; ini adalah benteng berjalan multifungsi milik Detasemen Perintis Dit Samapta Korsabhara Baharkam Polri.
Tugas utamanya adalah sebagai kendaraan defensif multiguna, mulai dari patroli keamanan, pengawalan VVIP, kontra-terorisme, hingga garda terdepan dalam penanganan huru-hara.
Penting untuk dicatat, setiap unit APC seperti Barracuda ini telah memenuhi standar operasional prosedur kepolisian dan HAM, karena telah melewati serangkaian uji ketat oleh tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Polri berdasarkan Youtube Detasemen Perintis.
Jadi, di balik tampilannya yang intimidatif, ada prosedur dan aturan yang mengikat.
Dinding bajanya bukan sekadar pajangan. Kendaraan ini dirancang untuk menahan gempuran peluru kaliber 12,7mm, setara dengan senapan runduk (sniper) kelas berat.
Masuk ke Dalam Brankas Berjalan
Membuka pintunya saja sudah memberikan sensasi berbeda, terasa seperti membuka pintu brankas bank.
Dengan empat titik penguncian dan bobot yang luar biasa, pintu ini menjadi lapisan pertahanan pertama bagi personel di dalamnya.
Baca Juga: Sengaja? Viral Suara Polisi di Mobil Rantis usai Driver Ojol Tewas Dilindas: Tabrak Aja!
Dari luar, Anda bisa melihat ban Michelin berukuran masif (ring 20) yang menopang bodinya, serta ground clearance super tinggi berkat gardan model portal, memungkinkannya melibas berbagai medan perkotaan.
Kokpit Serasa Pesawat Tempur
Saat masuk ke ruang kemudi, lupakan setir mobil biasa. Dasbornya dipenuhi puluhan tombol yang lebih mirip kokpit pesawat daripada mobil.
- Transmisi Unik: Menggunakan transmisi manual sekuensial dengan pedal kopling. "Netralnya setelah pencet ini. Maju terus sampai 8, mundur ya mundur," jelas operator.
- Sistem Pertahanan Aktif: Terdapat tombol khusus untuk sistem pemadam api independen, sirine, hingga "flip-flop system"—panel baja yang bisa menutup kaca depan secara otomatis dari dalam saat situasi memanas.
- Pengawasan 360 Derajat: Dilengkapi layar monitor yang terhubung ke kamera di sekeliling bodi, termasuk kamera infrared untuk penglihatan malam. Operator bisa memantau situasi di luar tanpa harus membuka jendela.
- Senjata Pelontar Gas Air Mata: Dioperasikan dari dalam melalui jendela kecil khusus, memungkinkan tindakan persuasif tanpa membahayakan personel.
Benteng Perlindungan Personel Anti Huru-Hara
Bagian belakangnya mampu menampung hingga delapan personel. Ruangan ini dirancang sebagai zona aman di tengah kekacauan.
"Biasanya kalau kita ada kegiatan penanganan huru-hara yang masyarakatnya yang tidak mau patuh, sudah mulai bikin rusuh, kemudian merusak fasilitas umum, akan kita tangkap. Menggunakan mobil ini supaya ketika ditangkap kita aman dari amukan massa," ungkap personel Polri.
Kabin yang dilengkapi pendingin udara (AC) juga menjadi ruang tunggu yang nyaman bagi tim saat harus siaga memantau situasi selama berjam-jam. Dengan bobotnya yang sangat berat, hampir mustahil bagi massa untuk menggulingkan kendaraan ini.
Sensasi Mengemudikan Monster Seberat Puluhan Ton
Meskipun terlihat sangar, suara mesinnya ternyata sangat halus. Namun, mengemudikannya adalah tantangan tersendiri.
"Ini merupakan kendaraan terberat yang pernah kami setir," ungkap seorang penguji saat mencoba Barracuda.
Visibilitas pengemudi sangat terbatas, membuat spion dan kamera menjadi satu-satunya mata untuk melihat ke belakang dan samping. Koplingnya pun sangat berat, sehingga rantis ini hampir tidak pernah terjebak macet sendirian dan selalu bergerak dalam iring-iringan.
Kesimpulan: Kekuatan yang Terukur
Pada akhirnya, Barracuda lebih dari sekadar kendaraan taktis yang sangar. Ia adalah sebuah platform pertahanan modern yang dirancang dengan presisi, menggabungkan kekuatan lapis baja, teknologi pengawasan canggih, dan prosedur yang telah terstandarisasi.
Keberadaannya di jalan mungkin terlihat mengintimidasi, namun di baliknya ada fungsi perlindungan dan penegakan ketertiban yang kompleks, dengan personel terlatih yang siap siaga menjaga keamanan. Sebuah monster yang tenaganya digunakan secara terukur dan bertanggung jawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Dampak Banyak Kendaraan Mogok, Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Pertalite di SPBU Bekasi
-
Terpopuler: 5 Mobil Mudik Anti Mual, Pilihan Mobil Irit dan Nyaman untuk Keluarga Kecil
-
Mitsubishi Indonesia Persiapkan Produksi Lokal Mobil Hybrid di Awal Tahun Ini
-
Lebih dari 5000 Unit Mobil Listrik Geely EX2 Siap Penuhi Jalanan Indonesia
-
Strategi Maxxis Perkuat Pangsa Pasar Luar Jawa Lewat Pendekatan Komunitas
-
Hyundai Stargazer Cartenz Vs Kia Carens Mending Mana? Ini Perbandingannya
-
5 Mobil Murah Anti-Limbung Gak Bikin Mual Pas Perjalanan Mudik Lintas Pulau
-
Toyota Calya 1 Liter Berapa KM? Ini Konsumsi BBM, Harga Baru vs Bekas Bak Langit dan Bumi
-
5 Mobil Murah dengan Fitur Keyless: Ringan di Kantong dan Anti-Dicolong
-
Heboh Pencurian Model Baru, Kenali Fungsi ID Tag Motor Keyless