Menurut Carxplorer, mencampur E0 dan E10 akan menghasilkan campuran di antaranya, misalnya setengah tangki E0 dan setengah E10 menjadi E5.
ECU mobil modern bisa menyesuaikan perbedaan ini tanpa masalah berarti. Namun, untuk mobil klasik atau mesin kecil yang idealnya hanya minum E0, sebaiknya hindari pengisian penuh dengan E10.
Jika terlanjur, habiskan segera atau kuras tangki sebelum disimpan lama.
E5 vs E10: Mana Lebih Aman?
Autohangar menyebut, lebih dari 90% mobil yang diproduksi sejak 2011 sudah kompatibel dengan E10.
Namun, pengujian menunjukkan bahwa E5 cenderung lebih stabil: penguapan lebih rendah, tidak ada tanda korosi, dan umur simpan lebih panjang, bahkan tanpa fuel stabilizer. Artinya, untuk karburator atau mesin lama, E5 relatif lebih aman dibanding E10.
E5 (atau di Indonesia contohnya adalah Pertamax Green 95) aman untuk mayoritas mobil modern, termasuk yang diproduksi sejak 2011, seperti diklaim banyak pabrikan.
Namun, untuk motuba atau mobil klasik (buatan tahun 2000 atau lebih tua), risiko tetap ada. Etanol bisa mempercepat kerusakan komponen karet/plastik, memicu korosi, dan meninggalkan endapan.
Jika Anda pemilik mobil lawas, pertimbangkan untuk:
Baca Juga: Intip Motuba Eks Menkeu Sri Mulyani saat Jadi Pejabat 2004, Kini Lebih Murah dari Yamaha XMAX
- Menggunakan bensin bebas etanol (E0) bila tersedia.
- Memakai fuel stabilizer dan membersihkan sistem bahan bakar secara berkala.
- Mengganti komponen karet/plastik dengan material tahan etanol.
Dengan langkah pencegahan ini, Anda bisa meminimalkan risiko dan tetap menjaga mesin klasik tetap sehat, meski sesekali harus mengisi BBM campuran etanol.
Berita Terkait
-
Intip Motuba Eks Menkeu Sri Mulyani saat Jadi Pejabat 2004, Kini Lebih Murah dari Yamaha XMAX
-
5 Rekomendasi Mobil Turbo Murah September 2025, Cocok Buat Harian dan Gaya
-
5 Rekomendasi Mobil Tua Irit BBM yang Cocok untuk Harian, Harganya Mulai 20 Jutaan
-
Bahaya Efek Salah Isi Bensin Pada Mobil Diesel dan Cara Tepat Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Mobil Harga Rp60 Jutaan September 2025: Awet, Cocok untuk Persiapan Krisis Ekonomi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga
-
Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya