Drone Jadi Fitur Masa Depan – Toyota tengah mengembangkan mobil dengan drone bawaan untuk membantu pengemudi membaca medan sulit, melengkapi kamera konvensional.
Tren Global – Renault dan BYD sudah lebih dulu memperkenalkan konsep serupa, menandakan integrasi drone di mobil mulai dipandang sebagai fitur fungsional, bukan sekadar gimmick.
Manfaat & Tantangan – Drone bisa jadi “mata ketiga” untuk off-road, dokumentasi perjalanan, hingga keamanan, namun regulasi penerbangan dan harga akan menentukan penerimaan pasar.
Suara.com - Bayangkan sedang off-road dengan Toyota Land Cruiser, menanjak bukit curam, dan pandangan ke depan terhalang. Kamera Multi-Terrain Monitor memang membantu, tapi tetap saja ada blind spot yang bikin was-was.
Nah, Toyota rupanya tengah menyiapkan solusi futuristik: drone bawaan mobil yang bisa diluncurkan untuk memantau medan di depan.
Drone Jadi “Spotter” di Medan Sulit
Menurut laporan Carscoops, Toyota sudah mengajukan ide ini ke Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat.
Konsepnya sederhana, pengemudi bisa menerbangkan drone di atas pepohonan atau area sulit untuk merekam video, lalu menampilkan hasilnya ke layar di dalam mobil.
Dengan begitu, pengemudi bisa merencanakan jalur lebih aman dan menghindari rintangan tersembunyi.
Toyota menegaskan bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan. Seorang juru bicara menyebut mereka "terus mengerjakan teknologi baru" namun belum ada rencana produk yang diumumkan.
Meski begitu, bukan hal mustahil jika fitur ini nantinya muncul di mobil konsep atau bahkan model produksi masa depan.
Tren Baru: Mobil dengan Drone
Baca Juga: BYD Terjun Bebas, Chery Gas Pol: Babak Baru Perang Mobil China di RI
Toyota bukan satu-satunya yang melirik integrasi drone. Renault sebelumnya sudah memperkenalkan Vision 4Rescue Concept, SUV dengan kotak peluncur drone di atap untuk misi penyelamatan.
Bahkan, Policing Lab menampilkan kendaraan patroli otonom bernama PUG yang juga dilengkapi drone untuk mendukung operasi kepolisian.
Artinya, tren mobil dengan drone bukan lagi sekadar gimmick, tapi mulai dipandang sebagai fitur fungsional untuk keamanan, eksplorasi, hingga dokumentasi perjalanan.
BYD Sudah Lebih Dulu
Menariknya, produsen asal Tiongkok, BYD, sudah lebih dulu merilis fitur serupa. Pada Maret lalu, mereka memperkenalkan sistem bernama Ling Yuan, berupa stasiun drone yang dipasang di atap mobil.
Dengan harga sekitar Rp35 juta, konsumen mendapat drone 4K lengkap dengan docking station ramping yang bisa merekam perjalanan dari udara.
BYD memasarkan fitur ini bukan hanya untuk off-road, tapi juga untuk membuat perjalanan harian terasa seperti film dokumenter pribadi. Bayangkan setiap road trip bisa langsung punya footage sinematis tanpa perlu repot bawa drone terpisah.
Bagi penggemar off-road, drone bisa jadi “mata ketiga” untuk membaca medan. Untuk keluarga, fitur ini bisa dipakai mendokumentasikan liburan dengan cara yang lebih seru. Bahkan, dalam konteks keamanan, drone bisa membantu memantau area sekitar mobil saat parkir di lokasi rawan.
Namun, tentu ada tantangan. Regulasi penerbangan drone di berbagai negara cukup ketat, sehingga integrasi dengan mobil harus mematuhi aturan agar tidak menimbulkan masalah hukum. Selain itu, harga juga bisa jadi faktor penentu apakah fitur ini benar-benar diminati konsumen.
Toyota kini mengikuti jejak BYD dalam mengeksplorasi mobil dengan fitur drone. Meski masih berupa ide, langkah ini menunjukkan arah baru industri otomotif: kendaraan bukan lagi sekadar alat transportasi, tapi juga platform teknologi multifungsi.
Jika benar terealisasi, mobil dengan drone bawaan bisa mengubah cara kita berkendara—dari sekadar perjalanan biasa menjadi pengalaman penuh kontrol, keamanan, dan dokumentasi visual yang menawan. Dunia otomotif tampaknya siap memasuki era di mana mobil bukan hanya “connected car”, tapi juga “flying-eye car”.
Berita Terkait
-
BYD Terjun Bebas, Chery Gas Pol: Babak Baru Perang Mobil China di RI
-
Toyota Innova Siap Minum Bensin Etanol? Kata Buku Manual Sih Begini
-
Bolehkah Toyota Avanza Minum Bensin Campur Etanol 10 Persen? Begini Menurut Buku Manual
-
Amanda Manopo Dilamar, Cincin Jadi Sorotan: Harganya Bisa Buat Beli 4 SUV Ini
-
Modal 100 Jutaan, Dapat Alphard Keluaran Tahun Berapa? Ini Rekomendasinya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
5 Mobil Setangguh Pajero Sport Pajak Setara Brio Baru, Harga Under 90 Juta
-
5 Motor Irit Cocok untuk Berangkat Kerja Lintas Kabupaten
-
Harga Toyota Raize Bekas Termurah: Seberapa Jauh Selisihnya Dibanding Harga Terbaru?
-
MotoGP Mandalika Kapan? Ini Daftar Pembalap yang Pernah Juara di Sana
-
Koleksi Kendaraan Riva Siahaan: Eks Dirut Pertamina yang Terhindar dari Vonis 14 Tahun Bui
-
5 Mobil Bekas Under Rp100 Jutaan Nyaman Nggak Bikin Mabuk Darat, Cocok buat Mudik!
-
Ganti Depan atau Belakang Dulu Kawan? Cek Aturan Ban agar Aman Saat Lebaran
-
Spesifikasi Mewah Range Rover Autobiography, Calon Mobil Dinas Gubernur Kaltim
-
Tangguh di Area Tambang dan Kebun Sawit, 8,5 M Dapat Mitsubishi Triton Double Cabin Berapa Unit?
-
Mobil Belum Diterima Konsumen, Jaecoo Berpacu Produksi J5 EV