Suara.com - Saat ini, keinginan untuk memiliki mobil listrik atau electric vehicle (EV) besar kemungkinannya untuk diwujudkan. Salah satunya karena beda harga yang tak lagi terlalu jauh dari mobil konvensional berbahan bakar minyak.
Namun demikian, masyarakat masih menyimpan kekhawatiran soal jaminan kesiapan “bahan bakar” mobil listrik, yaitu baterai. Selain soal harga baterai yang relatif mahal, calon pembeli EV juga masih belum bisa memastikan kemudahan biaya perawatan EV dan baterainya kelak.
Baterai sendiri merupakan komponen termahal pada kendaraan listrik, yang membuat harga EV melambung tinggi. Demi menjawab kekhawatiran-kekhawatiran tentang baterai EV, maka diperlukan solusi berupa skema berlangganan.
Konsepnya sebaiknya sederhana, namun revolusioner, seperti yang sedang diusung oleh VinFast.
Nah, harga mobil listrik dipisahkan dari harga baterainya. Dengan skema ini, maka konsumen hanya membeli kendaraannya, namun menyewa baterainya dengan biaya berlangganan bulanan. Pendekatan ini secara efektif bisa meruntuhkan barrier to entry, atau hambatan awal untuk memiliki kendaraan listrik.
"Program berlangganan baterai kami bukan sekadar strategi harga semata. Ini adalah cara kami membuka akses kendaraan listrik untuk lebih banyak konsumen," kata Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, beberapa waktu lalu.
Kariyanto mengatakan, VinFast Indonesia telah berhasil menurunkan harga awal secara signifikan, karena pembelian mobil listrik dan baterai dilakukan secara terpisah.
“Secara bersamaan, kebijakan berlangganan yang fleksibel tanpa batas jarak tempuh dan garansi baterai seumur hidup memberikan ketenangan penuh bagi konsumen dalam jangka panjang," katanya.
EV VinFast Terjangkau bagi Anak Muda Perkotaan
Strategi yang diusung VinFast membuat harga mobil listrik VinFast VF 3 misalnya, bisa dimulai dari harga Rp156 juta. Harga ini dinilai lebih terjangkau dibandingkan harus membeli paket lengkap, termasuk baterai.
Baca Juga: VinFast Ajak Masyarakat Voting Desain Mobil Listrik Pertama di Indonesia
Bagi masyarakat menengah, khususnya anak muda perkotaan dan pelaku UMKM, angka ini membuat kepemilikan EV menjadi sesuatu yang realistis dan dapat diwujudkan.
Keuntungan lainnya terlihat dari segi operasional. Misalnya untuk menempuh jarak 1.500 km per bulan, mobil berbahan bakar minyak biasa bisa menghabiskan biaya bahan bakar sekitar Rp1,4 juta - Rp1,5 juta, sementara dengan VF 3 yang dilengkapi akses pengisian daya gratis di stasiun V-GREEN, biaya operasionalnya hanya dialihkan ke biaya langganan baterai yang jauh lebih rendah, yakni Rp253 ribu per bulan. Sebuah penghematan yang sangat signifikan.
Tidak kalah penting adalah dampak psikologis yang ditimbulkan. Skema ini secara efektif menghapus battery anxiety atau kecemasan akan baterai. Dalam program berlangganan VinFast, seluruh risiko terkait baterai, mulai dari perawatan, perbaikan, hingga penggantian jika kapasitasnya turun di bawah 70%, menjadi tanggung jawab penuh produsen.
"Awalnya saya ragu memilih kendaraan listrik, karena harga baterai yang mahal dan performanya yang cenderung menurun seiring waktu. Namun dengan program langganan baterai dari VinFast, kekhawatiran itu hilang. Biaya bulanannya masuk akal, dan semua risiko baterai ditanggung perusahaan. Ini merupakan solusi cerdas dan bebas stres untuk mobilitas harian," kata Aryo Teguh, salah satu pengguna VF 3 di Jakarta.
Testimoni ini merepresentasikan perasaan lega yang dirasakan banyak konsumen.
Di Indonesia, VinFast menempatkan diri sebagai pelopor yang aktif mendorong model bisnis ini. Tidak hanya menawarkan skema berlangganan, tetapi juga membangun ekosistem yang komprehensif untuk mendukungnya. Keberadaan V-GREEN, jaringan pengisian daya yang menyediakan layanan gratis hingga Maret 2028, semakin memperkuat nilai ekonomis dari kepemilikan EV.
Berita Terkait
-
5 Mobil Listrik dengan Garansi Seumur Hidup, Tak Perlu Khawatir Ganti Baterai
-
Harganya Nyaris Rp1 Miliar, Intip Spesifikasi Hadiah Mobil Listrik Raffi Ahmad ke Irfan Hakim
-
Dikadoi Raffi Ahmad Mobil Listrik Setara Rp 1 Miliar, Irfan Hakim Sampe Gak Ngerti Lagi
-
Komunitas MGEVC Rampungkan Touring 3 Kota, Buktikan Performa Mobil Listrik
-
'Saudara Kembar' Mobil Listrik Toyota Meluncur Bulan Depan, Harga Menggoda Iman
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik
-
Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup
-
Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
-
Wali Kota Minta Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warung Remang-remang
-
The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026
-
Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu
-
Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM
-
Purbaya Turunkan Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22% ke 8%