- Lampu Rem Mitusbishi Destinator Jadi Perbincangan Warganet
- Komentar Warganet Soal Lampu Rem Mitsubishi Destinator yang Terlalu Kecil
- Mitsubishi Destinator Jadi SUV Pendatang Baru di Indonesia
Suara.com - Mitsubishi Destinator sedang menjadi bahan perbincangan di media sosial. Bukan karena performa atau masalah teknis lainnya tetapi desain lampu rem belakang yang dinilai terlalu kecil.
Tidak sedikit pengguna sosial media yang menilai, dimensi lampu rem Mitsubishi Destinator yang terlalu kecil berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Hal itu bermula dari unggahan akun TikTok bernama @ramalancuacahariini2 yang menampilkan video Mitsubishi Destinator saat berada di tengah kemacetan.
"Mobil segede gini, lampu remnya kecil banget. Asli Mitsubishi Destinator tuh gede banget, tapi kenapa lampu remnya seuprit," tulis keterangan video, dikutip Senin (20 Oktober 2025).
Unggahan itu langsung ramai dibanjiri komentar warganet yang senada. Salah satunya dari akun @lanang*** yang menulis, "Kalau kecil gitu di jalan tol bahaya, nggak kelihatan kalau lagi ngerem."
"Tren-tren, tapi itu nggak kelihatan kalau jarak pengendara jauh. Bahaya, nggak tahu kalau dia lagi ngerem," timpal akun @kacang********.
Selain itu, ada juga warganet yang menyoroti dari sisi fungsionalitas mobil tersebut.
“Iya bener, bukan maksud ngebully sih, mobilnya udah keren tapi dari sisi fungsional memang lampu rem dan sein belakang kecil banget. Bahaya soalnya nggak kelihatan jelas oleh pengendara belakang,” tulis akun @mela*****.
Bahkan ada warganet yang mengaku sempat ingin membeli SUV tiga baris tersebut tapi akhirnya mengurungkan niatnya.
Baca Juga: Rp150 Juta Emang Dapet Toyota Raize Bekas? Intip Dulu Harganya dari Tahun ke Tahun
"Rencananya pengen banget ganti ke Destinator. Tapi setelah lihat ini nggak jadi deh, soalnya masih gedean lampu rem Scoopy aku," tulis akun @hrtm*.
Aturan Dimensi Lampu Rem di Indonesia
Berbicara soal standarisasi ukuran lampu rem mobil di Indonesia, berdasarkan pantauan Suara.com, hingga kini belum ada aturan resmi yang mengatur ukuran ideal lampu rem kendaraan.
Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan menjelaskan tentang warna dan fungsi lampu kendaraan.
Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa lampu rem harus berwarna merah, lampu penunjuk arah atau sein kuning tua, lampu mundur putih atau kuning muda, sementara lampu posisi belakang juga merah. Aturan ini dibuat untuk mencegah kebingungan di jalan.
Oleh karena itu, modifikasi terhadap warna lampu yang tidak sesuai fungsinya sebaiknya dihindari karena berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Ukuran lampu memang belum diatur secara spesifik oleh pemerintah, namun visibilitas lampu kendaraan tetap menjadi faktor penting agar manuver mobil mudah dikenali oleh pengendara lain terlebih di kondisi minim cahaya atau kecepatan tinggi seperti di jalan tol.
Kritik yang muncul terhadap Mitsubishi Destinator bisa jadi menjadi pengingat penting bagi produsen otomotif untuk memperhatikan aspek visibilitas dan keamanan, bukan hanya estetika dalam setiap desain kendaraan yang dipasarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Hyundai Siapkan Mobil Listrik Ioniq V Hadapi Ketatnya Persaingan Mobil Listrik di China
-
Performa GR Yaris Rally2 Bawa Ryan Nirwan Selangkah Lagi Jadi Juara Nasional
-
Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
-
TAFS Diduga Gunakan Matel untuk Tagih Konsumen, OJK Siap Beri Sanksi
-
Efek Rupiah Loyo, Harga Sparepart Moge Ducati Melonjak 20 Persen per 8 Juni 2026
-
Update Harga Matic 125cc Juni 2026: Vario dan Gear Ketar-ketir Tunggu Banderol Kawasaki Brusky
-
Mazda Dalam Penyelidikan Pasca Tersangkut Masalah Recall Produk
-
5 Motor yang Ongkos Bongkar Bodinya Bisa Lebih Mahal dari Harga Sparepart
-
Mobil Baru Nissan Penantang Calya: Harga 100 Jutaan, Konsumsi Bensin 19,3 Km/L
-
Toyota Usahakan Lahirnya Mobil Listrik Manual, Gearbox Palsu Jadi Solusi?