-
Green SM berkolaborasi dengan mitra lokal dan masyarakat untuk menanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Bahagia, Bekasi, Jawa Barat.
-
Bertujuan mengurangi abrasi yang mengancam kehidupan masyarakat pesisir utara Jawa.
-
Penanaman 1.000 pohon berpotensi menyerap berton-ton karbon setiap tahunnya, setara dengan emisi dari puluhan ribu kilometer perjalanan kendaraan BBM.
Suara.com - Green SM berkolaborasi dengan mitra lokal dan masyarakat untuk menanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Bahagia, Bekasi, Jawa Barat baru-baru ini.
Program bertajuk Ride & Donate itu, yang digelar selama satu bulan - 1 September hingga 1 Oktober 2025 - bertujuan mengurangi abrasi yang mengancam kehidupan masyarakat pesisir utara Jawa.
“Keberlanjutan adalah langkah bersama. Kegiatan penanaman mangrove ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dan masyarakat dapat berkolaborasi untuk memulihkan alam dan melindungi generasi mendatang," kata Managing Director Green SM Indonesia Deny Tjia dalam siaran pers, Senin (27/10/2025).
Deny lebih lanjut menjelaskan sebagai penyedia layanan transportasi berbasis armada listrik dari Vinfast yang pertama di Indonesia, Green SM memandang keberlanjutan bukan hanya soal mengurangi emisi.
Setiap perjalanan dengan kendaraan listrik memang berkontribusi memperbaiki kualitas udara, tetapi makna keberlanjutan yang sesungguhnya lebih dari itu.
Melalui kampanye Ride & Donate, Green SM menghubungkan perjalanan sehari-hari dengan aksi nyata bagi lingkungan, langkah kecil yang membawa dampak besar bagi Indonesia yang lebih hijau.
Secara umum, rata-rata satu pohon dapat menyerap hingga 22 kilogram CO per tahun tergantung jenis pohon dan kondisi tumbuhnya.
Penanaman 1.000 pohon berpotensi menyerap berton-ton karbon setiap tahunnya, setara dengan emisi dari puluhan ribu kilometer perjalanan kendaraan berbahan bakar fosil.
Bekerja sama dengan LindungiHutan, yayasan yang bergerak di bidang konservasi hutan, pohon mangrove dipilih bukan tanpa alasan. Akar pohon ini terbukti mampu menahan laju abrasi dan banjir, memperkaya ekosistem pesisir, sekaligus menyerap karbon dioksida.
Baca Juga: VinFast Umumkan Skema Berlangganan Baterai Baru untuk Kepemilikan Mobil Listrik
Bagi masyarakat Pantai Bahagia, keberadaan mangrove bukan hanya soal lingkungan, melainkan juga penopang ekonomi melalui berbagai produk olahan.
Dalam kegiatan penanaman ini, Green SM mengajak sekitar 50 peserta untuk turut berpartisipasi aktif. Mereka terdiri dari pengguna, mitra pengemudi, hingga kreator konten terpilih yang bersama-sama ikut menanam mangrove di kawasan Pantai Bahagia.
Armada listrik Green SM juga digunakan untuk mendukung kelancaran mobilitas peserta sepanjang kegiatan. Kegiatan ini mencerminkan keyakinan Green SM bahwa mobilitas berkelanjutan bukan sekadar tentang transportasi, tetapi juga menjadi jembatan antara kehidupan modern dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya senang sekali karena penanaman mangrove ini bukan hanya memperbaiki lingkungan dan mencegah banjir, tapi juga membantu perekonomian warga lewat hasil olahan mangrove seperti camilan yang dapat dijual," terang Ria, warga sekitar Pantai Bahagia.
Melalui kolaborasi ini, Green SM kembali menegaskan komitmennya terhadap mobilitas berkelanjutan yang memberi manfaat bagi manusia dan lingkungan.
Bersama mitra lokal dan komunitas, Green SM terus melangkah menuju Indonesia yang lebih bersih dan tangguh, di mana setiap perjalanan menjadi kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih baik.
"Ini adalah salah satu dari banyak langkah yang akan terus kami lakukan seiring perluasan Green SM di seluruh Indonesia, memastikan kemajuan dan kelestarian berjalan beriringan,” pungka Deny.
Berita Terkait
-
Belajar dari VinFast, Mampukah Mobil Nasional Era Prabowo Dobrak Dominasi Asing?
-
Harga Mobil Listrik Bisa Terjangkau dan Dimiliki Banyak Orang, Ini Gebrakan VinFast
-
VinFast Ajak Masyarakat Voting Desain Mobil Listrik Pertama di Indonesia
-
Bersama Warga, PLN Rehabilitasi Mangrove Lindungi Pesisir Utara Jateng dari Banjir Rob
-
Rahasia 'Dapur' Konten Otomotif yang Laris Manis di Media Lokal Dibongkar Eksklusif di LMS 2025
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga
-
Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya