- Mobil dinas Presiden Soeharto pernah diisi bensin oplosan.
- SPBU yang bersalah keesokan harinya langsung ditutup.
- Seorang teknisi sigap mencegah mobil presiden mogok di jalan.
Suara.com - Di balik citra kepemimpinan kuat Presiden Soeharto yang terjaga selama 32 tahun, tersimpan sebuah rahasia menegangkan yang nyaris mencoreng wibawa negara di hadapan tamu internasional.
Sebuah insiden yang tak terekspos media pada masanya: mobil dinas kepresidenan, Mercedes-Benz S 600, ternyata diisi bensin yang telah dicampur dengan minyak tanah.
Peristiwa genting ini menjadi salah satu fragmen sejarah yang tak terlupakan bagi mereka yang bekerja di lingkar dalam Istana.
Kisah ini dibeberkan langsung oleh Jongkie Sugiarto, seorang saksi mata sekaligus tokoh kunci yang berhasil mencegah bencana, yang saat itu menjabat sebagai teknisi mobil kepresidenan Indonesia.
Tugasnya sederhana namun krusial, yakni memastikan setiap kendaraan yang digunakan kepala negara berada dalam kondisi sempurna.
Cerita bermula ketika Indonesia sedang dalam persiapan protokoler tingkat tinggi untuk menyambut kedatangan Presiden India.
Seluruh elemen di kompleks Bina Graha bekerja dalam ritme yang cepat dan presisi.
Di tengah kesibukan itu, Jongkie mendapat perintah khusus untuk memeriksa kesiapan mobil dinas utama Presiden Soeharto, yang akan digunakan untuk menjemput tamu negara dari Bandara Halim Perdanakusuma.
Saat mesin Mercy S 600 yang gagah itu dihidupkan, kejanggalan langsung terdeteksi.
Baca Juga: Koalisi Sipil Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan, Sebut Pemerintah Abaikan Korban Pelanggaran HAM
Sebuah aroma aneh dan tak biasa menyeruak ke dalam kabin begitu pendingin udara (AC) dinyalakan.
Insting teknis Jongkie langsung bekerja. Ia mengenali bau itu sebagai aroma minyak tanah.
Seketika, firasat buruk menghampirinya.
“Matilah ini!” ujarnya mengenang momen penuh ketegangan tersebut.
Ia sadar betul, jika dugaannya benar, ia sedang berhadapan dengan masalah yang bisa berakibat fatal.
Setelah pemeriksaan cepat dan mendalam, ketakutannya terbukti. Bensin yang baru saja diisikan ke dalam tangki bahan bakar mobil VVIP itu positif telah terkontaminasi minyak tanah.
Tanpa membuang waktu untuk panik, Jongkie dan timnya bergerak cepat.
Ia segera membuka tangki dari bagian bawah, menguras habis seluruh bahan bakar oplosan tersebut hingga tetes terakhir.
Setelah itu, ia bergegas membeli bensin murni—yang pada zaman itu masih populer dengan sebutan “Super”—dan mengisi kembali tangki mobil kepresidenan.
Insiden ini ditangani dengan sangat serius. Buktinya, keesokan harinya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Kalikuning, Jakarta Timur, yang menjadi lokasi pengisian bensin mobil presiden, langsung ditutup.
Tidak pernah ada penjelasan resmi apakah insiden tersebut murni kelalaian, kesalahan prosedur, atau bahkan sabotase.
Namun, tindakan tegas penutupan SPBU menjadi sinyal bahwa peristiwa ini dianggap sebagai ancaman serius.
Kepanikan dan kekhawatiran sempat menyelimuti tim pengamanan, khususnya Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Seorang anggota Paspampres bahkan sempat melontarkan pertanyaan retoris yang menggambarkan betapa gentingnya situasi saat itu kepada Jongkie.
“Kalau bensin campur minyak tanah ini tidak ketahuan, kira-kira mobil bapak mogok di mana? Semanggi? Cawang? Atau malah di Halim waktu Presiden dan tamu negara ada di dalamnya?"
Pertanyaan itu bukan sekadar basa-basi. Itu adalah gambaran skenario terburuk yang bisa terjadi.
Sebuah mobil kepresidenan yang mogok di tengah jalan, disaksikan publik dan delegasi negara sahabat, adalah sebuah aib nasional dan mimpi buruk dari sisi keamanan.
Berkat kejelian dan respons cepat Jongkie, martabat bangsa di hadapan tamu negara berhasil diselamatkan.
Tag
Berita Terkait
-
Koalisi Sipil Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan, Sebut Pemerintah Abaikan Korban Pelanggaran HAM
-
Harga Bekas Nissan X-Trail Paspampres Kini Bersahabat, SUV Gagah di Bawah Rp150 Juta!
-
Mahfud MD Sebut Soeharto Bisa Jadi Pahlawan Nasional Tanpa Perlu Diseleksi: Apa Acuannya?
-
Aktivis 98: Soeharto Cukup Jadi Mantan Presiden, Bukan Pahlawan Nasional!
-
Adu Gahar 2 Mobil Antipeluru Kepala Negara, VinFast Lac Hong 900 LX vs Pindad MV3 Garuda
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Suzuki Ogah Ikut Perang Harga Meski Honda dan Toyota Mulai Banting Harga
-
Cek Harga Honda Vario, Stylo, PCX, dan ADV 160 per Februari 2026 Sebelum Meluncur ke Dealer
-
Tips Rawat Mobil Pascabanjir dan Cara Cegah Kerusakan Transmisi Matik Saat Musim Hujan
-
Bukan Cuma Musibah, Jalan Rusak Ternyata Ada UU yang Bisa Seret Pejabat ke Penjara
-
Pelumas Baru Motul untuk Efisiensi Bahan Bakar Motor yang Lebih Baik
-
Pilih Mobil Suspensi Empuk atau Stabil? Begini 5 Plus dan Minusnya
-
Menuju Panggung Dunia Astra Honda Racing School 2026 Pilih 10 Pebalap Muda Terbaik
-
Masalah Baru Mobil Listrik Bukan Harga atau Jarak Tempuh? Simak 4 Rekomendasi Terbaik di 2026
-
Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander 1 Liter Berapa km?
-
Lampu Mobil Kian Menyilaukan: Indonesia Tak Sendiri, Kini Jadi Masalah Internasional