- Harga Innova Diesel 2004 kini mulai Rp 80 juta dengan estimasi pajak tahunan yang sangat terjangkau.
- Keunggulan utama terletak pada mesin 2KD "Badak" yang tahan banting dan ketersediaan suku cadang melimpah.
- Calon pembeli wajib waspada pada suara mesin yang kasar dan minimnya fitur keselamatan pada tipe terendah.
Suara.com - Mimpi memiliki mobil keluarga bermesin diesel yang tangguh kini bukan sekadar angan-angan bagi pemilik budget terbatas di penghujung tahun 2025.
Toyota Kijang Innova diesel lansiran 2004 kini sudah bisa Anda pinang dengan harga yang sangat mengejutkan, yakni mulai Rp 80 jutaan saja atau setara dengan skutik premium Honda Forza.
Namun, sebelum Anda mentransfer uang tabungan, simak bedah tuntas mulai dari pajak, kelebihan, hingga kekurangannya agar tidak menyesal di kemudian hari.
Mesin Legendaris 2KD yang Tak Ada Matinya
Alasan utama mobil ini masih menjadi primadona di bursa mobil bekas adalah mesinnya yang terkenal sangat bandel dan toleran.
Menggendong mesin diesel berkode 2KD-FTV berkapasitas 2.500 cc, Innova generasi awal ini menawarkan durabilitas tinggi yang sulit ditandingi mobil modern.
Dapur pacu ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 102 dk pada putaran 3.600 rpm.
Torsinya pun sangat melimpah, mencapai 200 Nm di putaran 1.400–3.200 rpm, membuatnya enteng melibas tanjakan ekstrem meski muatan penuh.
Selain performanya yang "badak", konsumsi bahan bakarnya yang irit menjadi penyelamat dompet di tengah tingginya harga BBM saat ini.
Baca Juga: 5 Mobil Bekas Selevel Innova Budget Rp60 Jutaan untuk Keluarga Besar
Pajak Tahunan: Sahabat Kaum "Mendang-Mending"
Salah satu daya tarik terbesar memelihara mobil tua bangka (Motuba) seperti Innova 2004 adalah beban pajak yang ringan.
Karena usianya sudah menginjak 21 tahun, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mobil ini sudah mengalami penyusutan signifikan.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, estimasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan Innova Diesel 2004 berkisar antara Rp 1.600.000 hingga Rp 2.300.000.
Angka ini tentu bervariasi tergantung tipe (E, G, atau V), progresif kepemilikan, dan peraturan daerah masing-masing.
Nominal tersebut tergolong sangat murah untuk ukuran mobil MPV 7-penumpang dengan mesin 2.500 cc.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Cumi Darat Tak Lagi Irit, 4 Mobil Diesel Ini Bakal Terdampak Kenaikan Harga Dexlite 2026
-
Apakah Ada Motor Listrik Polytron Harga Rp7 Jutaan? Ini 5 Pilihan Termurahnya
-
Volkswagen Golf GTI Rayakan Perjalanan 50 Tahun Sang Legenda Hot Hatch Dunia
-
Penjualan Anjlok Drastis, Honda 'Nyerah' Bersaing dengan Mobil Listrik China
-
Harga BBM Non Subsidi Naik, Ini 7 Tips Berkendara agar Lebih Hemat dan Irit
-
Hino Perkuat Investasi dan Siap Jadikan Indonesia Basis Ekspor Kendaraan Niaga Global
-
BYD Buka Suara Usai Kalah Sengketa Merek Denza di Indonesia
-
Waspada Korsleting, Ini 7 Cara Ampuh Mencegah Tikus Menggigit Kabel Mobil
-
6 Cara Menjaga Baterai Mobil Listrik agar Tidak Cepat Rusak, Aman hingga Belasan Tahun
-
Terpopuler: Merk Motor Listrik yang Awet, Hitungan Pajak Mobil Listrik Sekarang