Otomotif / Mobil
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:18 WIB
Ilustrasi mobil bekas. (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Membeli mobil bekas harus dilakukan teliti dan waspada agar tidak menyesal di kemudian hari.
  • Bagi pemula, perlu memahami ciri-ciri mobil second yang tidak layak beli.
  • Lakukan inspeksi secara menyeluruh, jangan tergiur bodi mulus atau pun harga miring.

Suara.com - Di tengah gempuran produk otomotif modern, mobil bekas terus merajai pencarian karena lebih terjangkau. Selain itu, banyak yang kualitasnya tak kalah dengan unit baru sehingga dinilai menguntungkan.

Padahal, untuk membeli mobil bekas perlu jeli dan teliti agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan di kemudian hari. Harga yang murah sebaiknya bukan menjadi patokan.

Sebagai pembeli yang cerdas, semestinya tidak boleh hanya terpaku dengan harga miring, tampilan bodi yang mengkilap atau interior wangi.

Bagi pemula yang mau beli mobil bekas, ada beberapa tanda bahaya yang menunjukkan bahwa sebuah mobil bekas memiliki masalah mekanis yang serius.

Berikut adalah ciri-ciri mobil bekas yang sebaiknya dihindari meskipun harganya menggiurkan.

1. Bekas Terendam Banjir (Flood Damage)

Ilustrasi mobil terendam banjir (Gemini AI)

Mobil yang pernah terendam banjir, terutama air asin atau air lumpur, akan mengalami kerusakan jangka panjang yang sulit diperbaiki secara total.

Air dapat merusak sistem kelistrikan dan modul elektronik (ECU). Sedangkan masalah kelistrikan akibat banjir seperti bom waktu, mobil mungkin menyala sekarang, tapi korsleting bisa terjadi kapan saja dan biaya perbaikannya sangat mahal.

Sebelum transaksi terjadi, pembeli perlu mengenali ciri-ciri mobil bekas banjir seperti bau apek yang menyengat di dalam kabin meski sudah diberi pengharum, adanya endapan lumpur halus di sela-sela kabel di bawah dasbor, atau munculnya karat di area yang tidak wajar seperti baut jok atau rel kursi.

Baca Juga: 4 Mobil Bekas Bandel Mulai Rp40 Jutaan untuk Angkut Barang, Cocok bagi Pengusaha Lokal

2. Bekas Tabrakan (Chassis Damage)

Mobil yang pernah mengalami kecelakaan besar dan diperbaiki kembali sering kali kehilangan struktur aslinya. Kondisi ini perlu diperhatikan sebelum membeli mobil second.

Perhatikan celah antar panel bodi yang tidak simetris, warna cat yang sedikit berbeda antar panel, atau adanya bekas las yang kasar pada bagian dudukan mesin hingga tulang sasis. Jika mobil terasa aneh saat dikendarai di jalan lurus, itu pertanda sasis sudah tidak presisi.

Sasis yang sudah pernah bengkok dan diluruskan tidak akan memiliki kekuatan yang sama saat terjadi benturan di masa depan. Ini berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pengendara.

3. Odometer Hasil Manipulasi (Reset KM)

ilustrasi odometer mobil (freepik)

Angka odometer merupakan panduan utama untuk melakukan perawatan besar. Jika angka dimanipulasi, maka tidak tahu kapan harus mengganti timing belt, oli transmisi, atau komponen kritikal lainnya, yang bisa menyebabkan kerusakan mesin total secara mendadak.

Banyak oknum yang sengaja menurunkan angka kilometer agar mobil bekas terlihat jarang dipakai dan bisa dijual lebih mahal, sehingga perlu dihindari. Periksa buku servis berkala untuk mencocokkan tanggal dan KM terakhir jika masih ada.

Ciri-ciri odometer yang perlu dicurigai seperti angka kilometer rendah (misalnya di bawah 50.000 KM untuk mobil usia 7 tahun), namun kondisi fisik berkata lain. Perhatikan keausan pada setir yang sudah licin, pedal gas dan rem yang sudah tipis, atau jok pengemudi yang sudah amblas.

4. Mesin Mengalami Kerak Oli atau Sludhe

Mesin mobil yang tidak pernah dirawat atau jarang ganti oli akan menyisakan kerak hitam pekat (oil sludge) di bagian dalam.

Kerak oli dapat menyumbat saluran pelumasan yang berisiko membuat mesin macet (overheat) dan memerlukan turun mesin total (overhaul) dengan biaya yang sangat tinggi. Cek kondisi mesin sebelum beli.

Caranya buka tutup pengisian oli mesin saat mesin dingin. Jika terlihat lapisan hitam kental seperti aspal atau kerak keras, itu adalah tanda oil sludge. Selain itu, dengarkan suara mesin, bila terdengar suara kasar atau asap knalpot berwarna putih/kebiruan, segera tinggalkan.

5. Dokumen Bermasalah atau Tidak Lengkap

Legalitas adalah hal mutlak saat membeli kendaraan. Mobil tanpa dokumen yang jelas berisiko tinggi merupakan hasil tindak kriminal atau sedang dalam sengketa leasing.

Selain itu, sulit untuk balik nama atau perpanjangan pajak tahunan di Samsat. Maka dari itu, harus melakukan inspeksi secara menyeluruh.

Masalah legalitas ini bisa dilihat saat penjual hanya menyertakan STNK tanpa BPKB, nomor rangka atau nomor mesin yang tidak sesuai dengan dokumen, atau adanya coretan pada faktur.

Load More