Otomotif / Mobil
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:26 WIB
Mobil bekas banjir apakah aman dibeli? (freepik)

Suara.com - Harga murah sering kali menjadi alasan utama seseorang melirik mobil bekas, mobil bekas banjir atau bekas tabrakan. Selisih harga yang bisa mencapai puluhan juta rupiah memang terlihat menggiurkan, terutama bagi pembeli dengan anggaran terbatas.

Namun sebelum membeli, sebaiknya pertimbangkan masak-masak, tanyakan ke diri sendiri mobil bekas banjir apakah aman dibeli?

Beragam informasi yang memberitahukan berbagai alasan di balik banderol rendah tersebut dikumpulkan lebih dulu. Jadikan itu sebagai pertimbangan matang. Sebab, membeli mobil bekas banjir terdapat risiko besar yang perlu dipertimbangkan. 

Mobil bekas banjir apakah aman dibeli? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, karena ada banyak faktor penting yang wajib dipahami sebelum memutuskan membeli.

Sebagai perbandingan matang, mari kita bahas dulu mobil bekas banjir vs mobil bekas tabrakan. Pada dasarnya, setiap mobil bekas pasti memiliki penurunan kualitas dibandingkan mobil baru.

Namun, mobil yang pernah terkena banjir atau mengalami tabrakan memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. 

Menurut situs resmi Suzuki, mobil bekas banjir umumnya mengalami masalah pada mesin dan sistem kelistrikan akibat terendam air. Sementara itu, mobil bekas tabrakan lebih sering menunjukkan kerusakan pada bodi dan struktur eksterior akibat benturan keras.

Meski kerusakan mobil bekas tabrakan biasanya lebih mudah terlihat, mobil bekas banjir justru sering menyimpan masalah tersembunyi.

Kerusakan akibat air dapat muncul secara perlahan dan sulit dideteksi, sehingga berpotensi menimbulkan biaya perbaikan besar di kemudian hari. Oleh karenanya, perlu pahami resiko membeli mobil bekas banjir sampai ke akar-akarnya. 

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Mobil Bekas yang Tidak Layak Beli, Bodi Kinclong dan Harga Bukan Jaminan

Ilustrasi mobil terendam banjir (Gemini AI)

Risiko Membeli Mobil Bekas Banjir

Sebelum tergiur harga murah, berikut sejumlah risiko yang perlu Anda perhatikan jika ingin membeli mobil bekas banjir.

1. Kerusakan Mesin yang Serius

Air yang masuk ke ruang mesin dapat merusak komponen vital seperti piston, sistem pembakaran, hingga transmisi. Salah satu dampak terburuk adalah water hammer, yaitu kondisi ketika air masuk ke dalam silinder dan menyebabkan mesin macet atau rusak total. Perbaikan kerusakan ini membutuhkan biaya yang sangat mahal.

2. Gangguan Sistem Kelistrikan

Sistem kelistrikan menjadi bagian paling rentan ketika mobil terendam banjir. Komponen seperti ECU, sensor, dan kabel listrik berisiko mengalami korsleting. Dampaknya bisa merembet ke berbagai fungsi mobil, mulai dari AC, lampu, sistem audio, hingga panel indikator.

3. Korosi pada Rangka dan Bodi Bawah

Air banjir sering mengandung garam dan zat kimia yang mempercepat proses karat. Bagian kolong mobil, rangka, dan suspensi menjadi area yang paling rawan mengalami korosi. Jika tidak terdeteksi sejak awal, karat dapat melemahkan struktur mobil dan membahayakan keselamatan.

4. Masalah pada Sistem Pengereman

Rem yang terendam air berisiko mengalami karat dan penurunan performa. Kampas dan cakram rem bisa menjadi tidak optimal, sehingga jarak pengereman semakin panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

5. Biaya Perbaikan Tinggi dan Berulang

Mobil bekas banjir biasanya membutuhkan perbaikan menyeluruh, mulai dari mesin, kelistrikan, hingga interior. Meski sudah diperbaiki, performanya jarang bisa kembali normal 100 persen dan masih berpotensi mengalami kerusakan lanjutan di masa depan.

Tips Mengecek Mobil Bekas sebelum Membeli

Agar terhindar dari kerugian, lakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli mobil bekas.

Mulailah dengan test drive untuk merasakan performa mesin, suspensi, dan kemudi. Dengarkan apakah ada suara tidak wajar saat mobil berjalan.

Selanjutnya, periksa mesin dengan menyalakannya beberapa menit dan cek apakah muncul getaran berlebih atau bau terbakar. Jangan lupa mengecek oli, apakah tercampur air atau terjadi kebocoran.

Perhatikan juga bagian bawah mobil, apakah terdapat bekas karat atau rembesan cairan. Terakhir, cek interior dan kelistrikan, termasuk fungsi lampu, AC, dan panel indikator.

Demikian itu informasi untuk menjawab mobil bekas banjir apakah aman dibeli. Mobil bekas banjir pada dasarnya memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan mobil bekas tabrakan karena kerusakannya sering tersembunyi dan berdampak langsung pada mesin serta kelistrikan. 

Jika tidak teliti, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan justru bisa jauh lebih mahal dibandingkan membeli mobil bekas normal.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli, pastikan Anda melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mempertimbangkan risiko jangka panjang agar tidak menyesal di kemudian hari.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More