-
BYD menghentikan penjualan Sealion 6 di pasar domestik China tahun 2025.
-
Model Sealion 06 hadir sebagai pengganti dengan teknologi dan desain terbaru.
-
Penjualan global BYD Sealion 6 tetap berlanjut termasuk di pasar ASEAN.
Suara.com - BYD baru saja mengukuhkan posisinya sebagai "Raja Merek" otomotif mobil listrik dengan angka penjualan yang fantastis sepanjang tahun 2025. Namun, di tengah kesuksesan tersebut, pabrikan asal China ini justru mengambil langkah mengejutkan dengan menghapus salah satu model terlarisnya dari pasar domestik.
Padahal, mobil ini dikenal memiliki reputasi "badak" dengan angka penjualan yang sangat masif, menyumbang porsi besar bagi pendapatan perusahaan.
Langkah "suntik mati" ini bukan karena produk gagal, melainkan bagian dari strategi besar untuk menghadirkan teknologi yang lebih baru.
Bagi Anda yang mengikuti perkembangan mobil listrik dan hybrid, kabar ini tentu mengejutkan. Lantas, mobil apa yang dihentikan dan bagaimana nasib ketersediaannya di pasar global? Simak fakta lengkapnya berikut ini seperti dilansir dari CarnewsChina.
1. Sang Legenda: BYD Sealion 6 (Song Plus)
Model yang diam-diam menghilang dari situs resmi BYD China adalah BYD Sealion 6, atau yang di pasar domestik dikenal sebagai Song Plus.
Dikutip dari Carnewschina, produk ini resmi digantikan oleh pendatang baru, Sealion 06.
Meski telah dihapus, rekam jejak Sealion 6 tidak main-main. Sejak diluncurkan September 2020, mobil ini menjadi tulang punggung penjualan BYD. Sepanjang tahun 2025 saja, model ini terjual sebanyak 400.920 unit di China.
Kontribusinya pun sangat signifikan, yakni menyumbang sekitar 17 persen dari total penjualan tahunan BYD. Angka ini membuktikan bahwa Sealion 6 adalah mobil yang sangat diminati karena durabilitas dan value for money-nya.
Baca Juga: Mobil Listrik Kia Sepi Peminat di Tengah Peningkatan Penjualan 2025
2. Masih Jadi Primadona di Pasar Global
Kabar baiknya, penghentian penjualan ini hanya berlaku untuk pasar domestik China.
Di pasar internasional, Sealion 6 (atau Seal U DM-i di beberapa negara) masih terus diproduksi dan dijual karena permintaannya yang tinggi.
- Produksi Tetap Jalan: Pabrik BYD di Thailand tercatat telah memproduksi lebih dari 70.000 unit Sealion 6 untuk memenuhi kebutuhan pasar Asia Tenggara.
- Laris di Eropa: Di Jerman, penjualan kumulatifnya menembus 11.818 unit hingga November 2025. Sementara di Inggris, penjualan bulanannya mencapai lebih dari 5.000 unit.
Secara global, total populasi Sealion 6 telah melampaui 1,5 juta unit hingga Oktober 2025. Data ini menjadi validasi bahwa kualitas mobil ini diakui secara luas, mulai dari Asia hingga Eropa.
3. Alasan "Suntik Mati": Upgrade Teknologi
Langkah BYD menghentikan Sealion 6 di China adalah bagian dari penataan ulang portofolio seri Ocean mereka. Konsumen domestik China kini diarahkan ke Sealion 06.
Penggantinya ini bukan sekadar ganti nama. Sealion 06 hadir dengan pembaruan desain eksterior yang lebih modern, reposisi lini produk yang lebih jelas, serta penggunaan platform teknologi yang lebih baru.
Ini adalah langkah BYD untuk menjaga daya saing di tengah kompetisi pasar mobil listrik China yang sangat ketat.
4. Rekor Penualan BYD 2025
Keputusan strategis ini diambil saat BYD sedang berada di puncak performa. Pada laporan tahun 2025, BYD mencatatkan total penjualan sekitar 4,55 juta kendaraan di seluruh dunia.
Untuk pertama kalinya, penjualan luar negeri (ekspor) mereka menembus angka 1 juta unit. Bahkan, pengiriman unit ke luar China pada Desember 2025 saja mencapai 133.000 unit, melonjak 145 persen dibanding tahun sebelumnya.
Jadi, bagi Anda yang mengincar unit BYD, tidak perlu khawatir. Hilangnya satu model di China justru menandakan percepatan inovasi teknologi yang nantinya juga akan dinikmati konsumen global.
Berita Terkait
-
Harga Beda Tipis dari Veloz, Tengok Banderol Lengkap Mobil Polytron
-
4 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Januari 2026, Harga di Bawah Rp200 Juta
-
Toyota Rilis Mobil Listrik Murah Harga Rp 200 Jutaan, Bisa Jakarta -Yogyakarta Tanpa Isi Baterai
-
Mobil Listrik Kia Sepi Peminat di Tengah Peningkatan Penjualan 2025
-
Xiaomi Targetkan Penjualan 500 Ribu Mobil Listrik 2026, Ada SUV Baru
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet