Otomotif / Motor
Jum'at, 09 Januari 2026 | 18:46 WIB
Pengunjung melihat sepeda motor Yamaha Blu Cru dalam Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • AISI mencatat penjualan sepeda motor domestik 2025 mencapai 6.412.769 unit, tumbuh 1,3 persen dari tahun sebelumnya.
  • Segmen skutik masih mendominasi permintaan pasar baru dengan kontribusi sebesar 91,7 persen dari total penjualan.
  • Daya beli kredit (65%) dan pertumbuhan signifikan di luar Jawa menopang stabilitas pasar domestik sepanjang tahun 2025.

Suara.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) merilis data kondisi pasar otomotif nasional. Sepanjang tahun 2025 penjualan sepeda motor di pasar domestik ditutup dengan angka mencapai 6.412.769 unit.

Capaian ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bahwa sepeda motor tetap menjadi alat transportasi produktif yang paling efisien bagi masyarakat. Sigit Kumala selaku Ketua Bidang Komersial AISI menjelaskan bahwa stabilitas pasar sepeda motor domestik tidak lepas dari keberhasilan para produsen dalam memenuhi kebutuhan mobilitas harian yang efektif bagi warga di berbagai kota besar.

”Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Sigit, Jumat (9 Januari 2025).

Berdasarkan data resmi AISI segmen skutik masih mendominasi permintaan motor baru dengan kontribusi mencapai 91,7 persen. Sementara itu jenis motor underbone menyumbang 4,46 persen dan tipe sport berada di angka 3,51 persen. Untuk kategori sepeda motor listrik kontribusinya tercatat masih berada di bawah 1 persen.

Faktor pendukung utama stabilitas pasar tahun lalu adalah kuatnya peran industri pembiayaan. Sekitar 65 persen pembelian dilakukan melalui skema kredit yang memberikan kemudahan bagi konsumen. Menariknya pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa yang signifikan mampu menjadi penyeimbang atas pelemahan daya beli yang sempat terjadi di Pulau Jawa.

Booth Honda di IMOS 2025 (Dok AHM)

”Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ucap Sigit.

Gairah industri juga terlihat dari suksesnya pameran Indonesia Motorcycle Show atau IMOS 2025 yang digelar di ICE BSD. Acara tersebut mencatatkan kehadiran lebih dari 100 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp 70 miliar.

Selain pasar domestik kinerja ekspor juga menguat dengan pengiriman 544.133 unit motor utuh ke pasar global selama dua belas bulan pada tahun lalu.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Roda 3 untuk Lansia yang Aman dan Mudah Dikendarai

Load More