- Honda resmi mengaplikasikan logo "H" baru yang terinspirasi desain 1960-an untuk seluruh lini otomotifnya.
- Logo baru ini tidak hanya untuk mobil listrik, tetapi juga akan muncul di dealer dan komunikasi brand secara menyeluruh.
- Keputusan ini bertujuan menyatukan citra mobil konvensional dan elektrifikasi di bawah satu identitas visual resmi Honda.
Suara.com - Honda baru saja mengumumkan langkah besar dalam strategi branding mereka. Setelah beberapa tahun memperkenalkan konsep mobil listrik 0 Series EV dengan logo “H” baru yang lebih lebar dan tanpa bingkai, kini Honda memastikan bahwa logo tersebut tidak hanya akan dipakai di mobil listrik, tetapi juga akan menjadi identitas resmi untuk seluruh divisi otomotifnya, menurut laporan The Drive.
Sekilas, logo “H” terbaru ini terlihat futuristik. Namun, desainnya sebenarnya terinspirasi dari logo Honda era 1960-an. Dengan sedikit sentuhan modern, logo ini berhasil memadukan nuansa klasik dan masa depan.
Honda awalnya menyebut logo ini hanya untuk membedakan mobil listrik dari jajaran lain, tapi kini mereka menegaskan bahwa logo tersebut akan mewakili seluruh lini otomotif, termasuk mobil hybrid, mobil konvensional, hingga aktivitas motorsport.
Lebih dari Sekadar Mobil
Honda menjelaskan bahwa logo baru ini bukan hanya akan muncul di produk mobil, tetapi juga di berbagai titik interaksi dengan konsumen. Mulai dari dealer resmi, komunikasi brand, hingga ajang motorsport.
Artinya, logo ini akan menjadi wajah baru Honda secara menyeluruh, bukan sekadar simbol di kap mesin.
Tren Rebranding Otomotif
Dalam lima tahun terakhir, banyak pabrikan mobil melakukan rebranding. Beberapa hanya melakukan “flattening” alias penyederhanaan logo agar terlihat modern, meski kadang kehilangan karakter.
Contohnya, Porsche yang perubahannya nyaris tak terlihat, atau GM yang logonya justru dikritik mirip perusahaan telekomunikasi era 90-an.
Baca Juga: Rahasia Produksi Kilat BYD yang Cetak 2 Juta Mobil Listrik Setahun Gunakan Robot
Honda memilih jalur berbeda. Alih-alih membuat logo datar tanpa jiwa, mereka menghidupkan kembali desain lama dengan sentuhan baru.
Logo “H” yang lebih lebar ini terasa timeless sekaligus futuristik. Cocok dipasang di mobil sport kecil seperti S660, maupun di grille mobil listrik generasi terbaru.
Menyatukan Era Elektrifikasi dan Mesin Konvensional
Keputusan Honda untuk menyatukan logo di semua lini juga masuk akal. Regulasi dan tren konsumen menunjukkan bahwa mobil bermesin bensin masih akan bertahan lebih lama dari perkiraan enam tahun lalu.
Jika logo lama tetap dipakai di mobil konvensional sementara EV menggunakan logo baru, kesannya mobil bensin jadi produk usang. Dengan satu logo untuk semua, Honda menjaga citra produknya tetap relevan.
Wordmark Tetap Jadi Identitas
Berita Terkait
-
Rahasia Produksi Kilat BYD yang Cetak 2 Juta Mobil Listrik Setahun Gunakan Robot
-
Penjualan Mobil 2025: Toyota Kokoh di Puncak, Honda Semakin Tertinggal
-
Semungil Atto 1 Sekencang Dolphin: Mobil Listrik Imut Honda akan Debut di Singapura, Harganya?
-
5 Rekomendasi Mobil Nyaman Buat Roadtrip Keluarga, Cocok untuk Mudik
-
Penantang Yamaha Aerox dari Tiongkok Resmi Meluncur, Bawa DNA Balap Harganya Terjangkau
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bisa Cegah Stunting, Peneliti UI Usul Sirup Sawit Merah Masuk Menu MBG
-
Sepatu Lari Merek Apa yang Paling Populer di Indonesia?
-
Siap-siap! 92 Juta Pekerjaan Bakal Hilang, Kemdiktisaintek Minta Kampus Segera Berubah
-
Survei: Meski Pagi Terasa Hectic, 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak
-
Bagaimana Cara Memilih Perhiasan Sesuai Zodiak Taurus?
-
Pengadaan Kipas Angin 1,8 T untuk KDMP: Potret Buram Akuntabilitas Anggaran
-
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
-
3 Parfum Mykonos Wangi Gourmand yang Manis dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli
-
3 Rekomendasi Pasta Dempul Ajaib untuk Tambal Tembok Rumah yang Retak, Cuman Rp20 Ribuan
-
Tampang Bak BMW Harga di Bawah Brio, Intip Pesona Skoda Slavia