- Total penjualan mobil Indonesia 2025 adalah 803.687 unit, menurun 7,2 persen akibat ekonomi global yang tak menentu dan daya beli domestik melemah.
- Toyota memimpin pasar 2025 dengan 250.431 unit, sementara Honda terpuruk signifikan.
- BYD dan Chery sukses merebut pasar dengan mobil listriknya; BYD naik 202,7 persen setelah sukses Atto 1.
Suara.com - Penjualan mobil 2025 di Indonesia mencapai 803.687 unit, turun 7,2 persen dari 2024 lalu ketika penjualan kendaraan roda empat mencapai 865.723 unit. Para pengamat dan pelaku industri sepakat, kondisi ekonomi global dan penurunan daya beli di dalam negeri adalah penyebab utama menyutnya pasar roda empat.
Di tengah pasar yang tak berdaya, Toyota masih menjadi merek dengan penjualan paling moncer tahun lalu baik secara wholesales maupun ritel. Sementara di sisi lain Honda menjadi merek yang paling terpuruk, dengan penurunan penjualan lebih dari 40 persen.
Mitsubishi dan Suzuki muncul sebagai merek dengan performa moncer, berkat peluncuran model-model baru yang sukses di pasar Tanah Air. Sementara BYD dan Chery sebagai pendatang baru sukses merebut pasar dengan mobil listrik mereka.
Berdasarkan laporan bulanan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo pada Senin (13/1/2026), penjualan mobil Toyota mencapai 250.431 unit pada tahun lalu, turun 13,3 persen dari 2024.
Di urutan kedua ada Daihatsu dengan penjualan mencapai 130.677 unit, turun 19,8 persen dari 2024.
Ketiga ada Mitsubishi yang menjual 71.781 unit mobil di 2025, turun 0,6 persen dari 2024.
Suzuki di urutan kelima dengan catatan penjualan 66.345 unit, turun 0,7 persen dari 2024.
Honda terpuruk ke urutan ke lima, setelah hanya menjual 56.500 unit, anjlok 40,4 persen dari 2024.
BYD melejit ke urutan keenam, setelah sukses menjual 46.711 unit mobil, naik 202,7 persen dari tahun 2024.
Baca Juga: Menperin Beri Bocoran Insentif Otomotif 2026, Tak Mau Bikin Negara 'Cekak'
Mengapa Honda Kehilangan Pasar?
Honda menjadi sorotan karena mengalami penurunan penjualan terbesar dibanding merek-merek lain. Faktanya penjualan Honda mengalami penurunan drastis dalam dua tahun terakhir.
Pada 2024 penjualan Honda di Indonesia turun 31,8 persen dan semakin merosot menjadi 40,4 persen tahun 2025. Popularitas Honda juga terus turun selama 2024 -2025, diwarnai dengan penutupan beberapa dealer di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung dan Surabaya.
Belum lagi selama dua tahun terakhir, PT Honda Prospect Motor selaku pemegang merek mobil Honda di Indonesia, jarang meluncurkan model-model baru untuk memikat konsumen Indonesia.
Honda Motor Co di Jepang sendiri mengakui tidak memiliki rencana untuk meluncurkan model baru di Asia Tenggara, termasuk Indonesia di tahun fiskal 2025 dan 2026.
Ini berbanding terbalik dengan Mitsubishi yang sukses meluncurkan Destinator pada 2025 dan Suzuki dengan Fronx yang fenomenal.
Mitsubishi Destinator sudah terjual sebanyak 10.415 unit sejak diluncurkan pada Juli 2025 atau setara dengan 14,5 persen dari total penjualan mobil berlogo tiga berlian itu di Tanah Air sepanjang 2025.
PT PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menargetkan menjual 10.000 unit Destinator di tahun fiskal 2025 yang berakhir pada Maret 2026. Artinya target itu sudah tercapai meski masih ada tiga bulan waktu tersisa.
Sukses juga diraih Suzuki Fronx yang diluncurkan pada Juni 2025. Hingga Desember sudah 12.314 unit Fronx terjual - sesuai target PT Suzuki Indomobil Sales yang ingin mobil anyar itu laku 2000 unit per bulan.
Fronx sendiri berkontribusi 18 persen dari total penjualan mobil Suzuki pada tahun 2025 di Indonesia.
Penurunan penjualan Honda sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi mencakup Asia Tenggara. Pada 2025 lalu, penjualan mobil Honda di Malaysia dan Thailand - dua pasar utama ASEAN selain Indonesia - juga turun drastis.
Noriya Kaihara, Wakil Presiden Honda Motor Co pada November 2025 kemarin mengatakan persaingan ketat dengan merek China di ASEAN - terutama Indonesia dan Thailand - adalah penyebab turunnya penjualan.
"Lanskap persaingan sangat ketat dan secara umum kalah dari sisi harga," kata Kaihara.
Sementara seorang sumber internal Honda kepada Reuters mengakui bahwa perkembangan merek mobil China di Asia Tenggara sudah membuat raksasa-raksasa otomotif Jepang kelimpungan.
"Asia Tenggara sudah mulai sangat terdampak secara signifikan oleh pemain-pemain China," kata dia.
BYD dan Chery Bintang dari China
Pemain China yang paling mencolok di Indonesia tentu saja BYD, yang penjualan mobil listriknya di Indonesia tumbuh di atas 200 persen pada tahun 2025 kemarin.
Sukses besar BYD tak lepas dari strateginya dengan mobil listrik murah Atto 1 yang diluncurkan pada pertengahan tahun lalu. Mobil listrik mungil itu dijual di bawah Rp 200 juta.
Menurut data Gaikindo, penjualan Atto 1 mencapai 22.582 unit, berkontribusi sekitar 48,3 persen atau hampir separuh dari total penjualan mobil BYD di Indonesia tahun lalu.
Selain itu ada juga Chery, yang pada 2025 duduk di urutan 9 merek mobil paling laris di Indonesia. Berbeda dari BYD yang hanya menjual mobil listrik, Chery juga sukses di pasar mobil konvensional dan hybrid.
Dari total penjualan 19.391 unit di 2025, yang menjadi tulang punggung Chery adalah SUV listrik J6, Tiggo Cross yang menggunakan mesin berbahan bakar bensin dan Tiggo Cross CSH yang bermesin hybrid.
Tapi tak semua merek mobil China terbilang sukses di tahun lalu. Wuling, yang sudah lebih lama berkiprah di Indonesia, mencatatkan penurunan penjualan cukup tajam yakni sekitar 15,1 persen setelah hanya menjual 18.605 unit mobil pada tahun lalu.
Berita Terkait
-
Semungil Atto 1 Sekencang Dolphin: Mobil Listrik Imut Honda akan Debut di Singapura, Harganya?
-
Tren Baru Industri Otomotif Jepang Lebih Pilih Mobil Produksi Luar Negeri
-
Persaingan Sengit Toyota dan Brand China di Pasar Mobil Nasional
-
Untuk Pertama Kalinya China Kalahkan Jepang dalam Penjualan Mobil Dunia
-
Pameran Otomotif Bantu Dongkrak Penjualan Mobil Baru Sepanjang 2025
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Sinyal Kuat Suzuki Rilis Jimny 'Upgrade Nyata' dengan Iming-iming Harga Tetap
-
Jadwal Lengkap Moto3 Italia: Mampukah Veda Ega Harumkan Indonesia di Sirkuit Mugello?
-
Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?