- Mobil bekas diminati karena harga lebih terjangkau dibanding mobil baru.
- Risiko pembelian meliputi kondisi tidak sesuai, penipuan, dan biaya perbaikan tak terduga.
- Masalah sering muncul akibat kurangnya pengecekan menyeluruh sebelum transaksi.
Suara.com - Membeli mobil bekas masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan kendaraan baru.
Namun di balik keuntungan tersebut, proses pembelian mobil bekas juga kerap dibayangi rasa khawatir, mulai dari kondisi kendaraan yang tidak sesuai informasi hingga risiko penipuan yang merugikan konsumen.
Tak sedikit pembeli yang akhirnya harus mengeluarkan biaya tambahan setelah transaksi selesai, baik untuk perbaikan mesin, penggantian suku cadang, maupun servis besar yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Kondisi ini umumnya terjadi karena kurangnya proses pengecekan menyeluruh sebelum membeli mobil bekas.
Kekhawatiran Konsumen Masih Tinggi
Di tengah banyaknya pilihan mobil bekas di pasaran, konsumen sering dihadapkan pada keterbatasan informasi teknis.
Sebagian pembeli hanya mengandalkan tampilan fisik kendaraan tanpa mengetahui kondisi mesin, transmisi, atau sistem kelistrikan secara detail.
Situasi tersebut membuat transparansi dan pendampingan tenaga ahli menjadi faktor penting dalam proses pembelian.
Dengan informasi yang jelas, konsumen dapat meminimalkan risiko kerugian setelah transaksi dilakukan.
Pentingnya Membeli di Tempat Tepercaya
Direktur OLXmobbi Agung Iskandar mengatakan bahwa konsumen tidak perlu terlalu khawatir selama membeli mobil bekas di tempat yang memiliki standar inspeksi dan transparansi tinggi.
Baca Juga: Beli Mobil Bekas Pajak Mati, Bagaimana Mengurusnya? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan
Menurutnya, keberadaan tenaga profesional sangat membantu konsumen dalam memahami kondisi kendaraan secara menyeluruh.
"Pelanggan tidak perlu takut selama membeli mobil bekas di tempat yang sudah punya tenaga ahli. Di OLXmobbi, pelanggan dapat memilih lebih dari 2.000 mobil yang telah lulus inspeksi dan sertifikasi," ujar Agung.
Ia menambahkan, proses inspeksi dilakukan secara menyeluruh agar kondisi kendaraan sesuai dengan informasi yang diterima calon pembeli, sehingga keputusan pembelian dapat dilakukan secara lebih aman.
Empat Langkah Aman Membeli Mobil Bekas
Agar proses pembelian berjalan lancar dan minim risiko, Agung membagikan empat langkah yang sebaiknya diperhatikan konsumen.
1. Langkah pertama
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan anggaran serta melakukan riset harga pasar. Dengan mengetahui kisaran harga, konsumen memiliki acuan untuk menyaring pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
Terkini
-
Lebarkan Sayap, BYD Incar India untuk Jadi Tempat Produksi Baru
-
Trump Naikkan Tarif Korea Selatan, Saham Hyundai dan Kia Langsung Anjlok
-
Suzuki Menyerah dan Pilih Jual Pabrik Produksi ke Ford
-
5 Rekomendasi Motor Bebek 150cc Paling Murah 2026 di Indonesia
-
Apakah Aman Mengganti Oli CVT Mobil Pakai Oli After Market?
-
5 Mobil Hatchback Terbaik Budget Rp50 Juta Rekomendasi Mas Wahid
-
Harga Mitsubishi Destinator Baru vs Bekas, Selisihnya Bikin Mikir
-
Mitsubishi Xforce Ubah Standar SUV Kompak Tanah Air, Tawarkan Fitur Canggih dan Kabin Luas
-
3 Rekomendasi Mobil City Car Bekas yang Paling Gampang Diparkir untuk Pemula
-
Toyota Indonesia Kuasai 58 Persen Ekspor Otomotif Nasional Lewat Mobil Hybrid Rakitan Lokal