- Telat ganti oli usai perjalanan jauh memicu mesin panas dan merusak komponen vital.
- Gesekan antar komponen yang tidak terlumasi dengan baik membuat konsumsi bahan bakar boros.
- Lakukan servis berkala di bengkel resmi pascamudik agar performa motor kembali optimal sempurna.
Suara.com - Usai menempuh perjalanan panjang saat mudik Lebaran 2026, perawatan ekstra sangat dibutuhkan agar kondisi motor tidak drop. Salah satu langkah wajib yang pantang ditunda untuk memulihkan performa mesin adalah segera mengganti oli secara berkala.
Setelah diajak berkendara menembus kemacetan ratusan kilometer, menunda ganti pelumas mesin mungkin sering dianggap sepele oleh sebagian besar pengendara saat kembali ke rutinitas.
Padahal, kebiasaan buruk pascamudik ini membawa dampak domino yang sangat merugikan bagi dapur pacu kuda besi kesayangan Anda.
Technical Training & Coordinator Astra Motor Yogyakarta, Danang Priyo Kumoro, mengungkapkan bahwa pemeliharaan rutin pascaperjalanan jauh merupakan kunci mutlak untuk menjaga performa roda dua agar kembali optimal.
“Pengendara yang memprioritaskan penggantian oli tepat waktu bagi kendaraanya dapat mencegah terjadinya penurunan performa komponen mesin lainnya”, ungkap Danang.
Lebih lanjut, Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas melalui Info Ala Honda Istimewa membeberkan 4 efek buruk yang mengintai dompet dan keselamatan Anda jika malas mengganti cairan pelumas usai perjalanan jauh:
1. Penurunan Performa dan Tarikan Terasa Berat
Pernah merasa gas motor 'ngempos' atau tarikannya loyo setelah tiba dari kampung halaman? Ini terjadi karena pelumas yang sudah terkontaminasi kotoran selama perjalanan tidak lagi mampu melumasi komponen mesin dengan optimal.
Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat tajam, membuat akselerasi menurun drastis dan responsivitas mesin tak lagi seagresif biasanya.
Baca Juga: Bank BCA Kapan Buka Setelah Lebaran 2026? Ini Tanggal Mulai Operasional Normal
2. Risiko Overheat (Mesin Kepanasan)
Fungsi pelumas bukan sekadar melicinkan, tetapi juga bertugas menyerap panas ekstrem dari ruang bakar.
Ketika kualitas cairan ini memburuk akibat dipacu berjam-jam selama liburan, kemampuannya meredam suhu ikut merosot tajam.
Jika dibiarkan, mesin bisa mengalami overheat (panas berlebih) yang berujung pada mogok mendadak dan memicu biaya perbaikan besar.
3. Keausan Fatal pada Komponen Vital
Di dalam blok mesin, terdapat bagian krusial seperti piston, ring piston, dinding silinder, dan poros engkol yang telah bekerja ekstra keras selama arus mudik dan balik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?