Otomotif / Mobil
Sabtu, 04 April 2026 | 10:23 WIB
5 SUV Bekas Harga Diprediksi Terjun Bebas di 2026, Cek Daftarnya (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Inovasi baterai dan gempuran merek Tiongkok membuat harga SUV bekas populer merosot tajam.
  • Depresiasi terparah menghantam SUV listrik dan mobil bekas dengan stigma perawatan mahal.
  • Jika sering ganti mobil, utamakan membeli merek dengan layanan purna jual yang terjamin aman.

Kenapa anjlok? Siklus pembaruan model mobil Tiongkok sangat cepat, membuat model lamanya seketika terlihat usang.

Selain itu, di bursa mobil bekas 2026, kepercayaan konsumen awam terhadap daya tahan mesin turbo performa tinggi dan kerumitan kelistrikannya masih terus diuji.

Gosip sedikit saja di komunitas soal isu transmisi bisa langsung bikin harga bekasnya drop tajam.

3. Mazda CX-3 (Varian 2.0L)

Buritan New Mazda CX-3 Facelift [Mazda Indonesia].

Prediksi Depresiasi: Sekitar 30-35 persen (Lebih parah dari varian 1.5L)

Bagi kaum driver enthusiast, Mazda CX-3 2.0L Pro/AutoExe adalah idaman. Mesin Skyactiv-G 2.0L bertenaga 149 PS sanggup menuntaskan 0-100 km/jam di bawah 10 detik.

Dilengkapi Sunroof, Head-up display, dan i-Activsense, mobil ini dibanderol hampir menembus Rp600 juta untuk harga barunya.

Kenapa anjlok? Realita pasar sekon sangat kejam.

Pembeli awam yang mencari compact SUV bekas biasanya mundur teratur saat melihat pajak mesin 2.000 cc-nya.

Baca Juga: BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter, Cukup Buat Kerja Bolak-Balik Jakarta-Bandung Pakai Mobil Pribadi?

Pasaran kini jauh lebih menyukai CX-3 varian 1.5L yang pajaknya ramah kantong. Stigma biaya servis dan mahalnya suku cadang orisinal Mazda membuat varian 2.0L ini lambat laku di bursa bekas.

4. Hyundai Santa Fe (Mesin Bensin)

Hyundai Santa Fe 2015. (Drive Place)

Prediksi Depresiasi: Mencapai 40 persen (Kalah telak dari varian Diesel)

Secara kelas, ini adalah SUV premium 7-seater yang sangat refined (halus). Mesin 2.5L bensinnya menyemburkan tenaga hingga 194 PS.

Kabinnya kedap, suspensinya nyaman, dan punya fitur Hyundai SmartSense yang sangat pintar. Harga barunya menembus Rp735-800 jutaan.

Kenapa anjlok? Takdir Santa Fe di Indonesia adalah mobil diesel. Varian bensin di pasar mobil bekas ibarat sayur tanpa garam; sepi peminat.

Pembeli bekas ogah meminangnya karena konsumsi BBM dalam kota hanya di kisaran 1:9 km/liter dan wajib minum oktan 92 (Pertamax).

Karena torsinya kalah telak dari varian diesel CRDi, penjual varian bensin harus rela memangkas harga habis-habisan.

5. Chevrolet Captiva Lama

Chevrolet Captiva LT Diesel 

Prediksi Depresiasi: >50 persen (Hanya laku untuk pehobi)

Walau mereknya sudah pamit, Captiva diesel 2.0L VCDi sejatinya sangat underrated.

Mobil ini tangguh, punya kabin lapang, dan torsinya tembus 400 Nm, sangat nikmat untuk melibas tanjakan.

Saat ini pun harganya sudah sangat jatuh, di kisaran Rp90 hingga Rp240 jutaan tergantung tahun produksi (mentok di 2017).

Kenapa makin anjlok? Di tahun 2026, mobil ini resmi masuk kategori "mobil hobi/kolektor".

Rasa takut konsumen awam terhadap ketersediaan suku cadang kelistrikan (seperti modul ECU/TCM) dan keharusan menggunakan bahan bakar sekelas Dex untuk merawat mesin common rail-nya bikin orang mikir dua kali.

Penjualnya cuma bisa pasrah banting harga agar mobil segera keluar dari garasi.

Pada akhirnya, jatuhnya harga jual kembali bukan semata-mata karena spesifikasi mobilnya jelek, tapi soal peace of mind alias ketenangan pikiran pembeli berikutnya.

Orang Indonesia kalau beli mobil bekas, yang dipikirkan pertama bukanlah seberapa kencang mesin turbonya, melainkan: bengkelnya gampang atau tidak? Pajak dan bensinnya bikin dompet jebol atau tidak?

Load More