- Hindari membuka dan menutup gas secara mendadak agar konsumsi bensin motor matik tidak boros.
- Berkendara agresif pada motor matik membuat kampas rem lebih cepat habis dan harus sering diganti.
- Jangan letakkan jari di tuas rem saat jalan karena membuat mesin berat dan merusak CVT.
Suara.com - Mengantisipasi wacana penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat, menerapkan tips berkendara yang efisien kini menjadi keharusan.
Khusus pengguna motor matik, ada beberapa kebiasaan sepele di jalan raya yang tanpa disadari justru membuat bensin ludes lebih cepat.
Banyak pengendara yang masih terbawa gaya berkendara lama saat menggunakan transmisi manual. Padahal, karakter mesin skuter otomatis itu sangat berbeda.
Kesalahan paling umum yang sering terjadi di jalan raya adalah hobi memutar dan melepas selongsong gas secara mendadak.
Secara bawaan pabrik, kendaraan tanpa gigi ini memang butuh suplai bahan bakar sedikit lebih banyak ketimbang motor bebek biasa.
Kalau Anda sering buka-tutup gas dengan kasar atau stop and go secara agresif, jarum indikator bensin dijamin bakal lebih cepat turun.
Tarikan mesin matik sebaiknya diurut pelan saja, biarkan kecepatan naik perlahan dan tidak perlu disentak-sentak.
Dampak dari gaya berkendara yang agresif ini ternyata merembet ke dompet Anda dari sisi perawatan komponen.
Harus diingat, satu-satunya tumpuan untuk menghentikan laju motor matik adalah murni mengandalkan pengereman, tanpa ada bantuan engine brake sekuat motor manual.
Baca Juga: Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
Makin sering Anda ngebut dan mengerem mendadak, makin cepat pula kampas rem menipis dan minta diganti.
Satu lagi kebiasaan buruk yang sering dianggap remeh oleh pemotor: menyandarkan jari tangan di tuas rem sambil melaju.
Saat melintasi jalanan tidak rata atau panik, tanpa sadar tuas rem sering tertekan sedikit. Efeknya, kampas rem akan terus bergesekan dengan cakram.
Mesin pun terpaksa bekerja ekstra keras untuk melaju karena harus melawan gaya pengereman tersebut.
Alhasil, bensin terbakar sia-sia dan keausan dini mengintai area sensitif seperti komponen CVT maupun kampas rem itu sendiri.
Menghadapi isu harga bahan bakar yang dinamis, mengubah perilaku berkendara adalah langkah paling masuk akal untuk menekan pengeluaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Industri Kendaraan Komersial Masih Hadapi Tantangan Meski GIICOMVEC 2026 Diklaim Sukses Besar
-
Ekspor Mobil Listrik China Naik 140 Persen Saat Harga Bahan Bakar Dunia Melambung
-
Suzuki GSX-8R Anniversary Edition Resmi Meluncur Pakai Corak Ikonik Hayabusa
-
Penjualan Mobil Listrik Suzuki e Vitara di Indonesia Belum Tembus Dua Digit
-
Harga Mobil Suzuki April 2026 Mulai dari City Car hingga SUV Mewah, Paling Murah Berapa?
-
Promo APRILicious Honda, Bawa Pulang Motor Impian Modal Uang Muka Sejuta
-
Tips Rawat Baterai Toyota New Veloz Hybrid EV Agar Konsumsi BBM Tetap Irit
-
Harga Mobil Daihatsu April 2026 Semua Tipe, dari Entry Level hingga SUV
-
Honda PCX160 2026 Resmi Meluncur Bawa Wajah Baru yang Lebih Premium
-
5 Cara Merawat AC Mobil yang Jarang Dipakai, agar Tetap Dingin dan Awet