Otomotif / Motor
Senin, 13 April 2026 | 16:10 WIB
Antisipasi Harga BBM yang Alami Penyesuaian, Sudah Tahu Cara Bikin Motor Matik Lebih Irit Bensin? (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Hindari membuka dan menutup gas secara mendadak agar konsumsi bensin motor matik tidak boros. 
  • Berkendara agresif pada motor matik membuat kampas rem lebih cepat habis dan harus sering diganti. 
  • Jangan letakkan jari di tuas rem saat jalan karena membuat mesin berat dan merusak CVT. 

Suara.com - Mengantisipasi wacana penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat, menerapkan tips berkendara yang efisien kini menjadi keharusan.

Khusus pengguna motor matik, ada beberapa kebiasaan sepele di jalan raya yang tanpa disadari justru membuat bensin ludes lebih cepat.

Banyak pengendara yang masih terbawa gaya berkendara lama saat menggunakan transmisi manual. Padahal, karakter mesin skuter otomatis itu sangat berbeda.

Kesalahan paling umum yang sering terjadi di jalan raya adalah hobi memutar dan melepas selongsong gas secara mendadak.

Secara bawaan pabrik, kendaraan tanpa gigi ini memang butuh suplai bahan bakar sedikit lebih banyak ketimbang motor bebek biasa.

Kalau Anda sering buka-tutup gas dengan kasar atau stop and go secara agresif, jarum indikator bensin dijamin bakal lebih cepat turun.

Tarikan mesin matik sebaiknya diurut pelan saja, biarkan kecepatan naik perlahan dan tidak perlu disentak-sentak.

Dampak dari gaya berkendara yang agresif ini ternyata merembet ke dompet Anda dari sisi perawatan komponen.

Harus diingat, satu-satunya tumpuan untuk menghentikan laju motor matik adalah murni mengandalkan pengereman, tanpa ada bantuan engine brake sekuat motor manual.

Baca Juga: Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Ilustrasi rem motor. (Pexels)

Makin sering Anda ngebut dan mengerem mendadak, makin cepat pula kampas rem menipis dan minta diganti.

Satu lagi kebiasaan buruk yang sering dianggap remeh oleh pemotor: menyandarkan jari tangan di tuas rem sambil melaju.

Saat melintasi jalanan tidak rata atau panik, tanpa sadar tuas rem sering tertekan sedikit. Efeknya, kampas rem akan terus bergesekan dengan cakram.

Mesin pun terpaksa bekerja ekstra keras untuk melaju karena harus melawan gaya pengereman tersebut.

Alhasil, bensin terbakar sia-sia dan keausan dini mengintai area sensitif seperti komponen CVT maupun kampas rem itu sendiri.

Menghadapi isu harga bahan bakar yang dinamis, mengubah perilaku berkendara adalah langkah paling masuk akal untuk menekan pengeluaran.

Load More