- Veloz HEV sukses rebut posisi pertama mobil hybrid terlaris, geser dominasi Kijang Innova Zenix.
- Total penjualan kendaraan hybrid capai 6.947 unit sepanjang Maret, naik signifikan dibanding bulan sebelumnya.
- Masyarakat makin gemar mobil elektrifikasi tanpa repot cas, MPV masih jadi primadona utama keluarga.
Suara.com - Persaingan pasar mobil elektrifikasi semakin memanas setelah rekap penjualan kendaraan hybrid di Indonesia resmi diumumkan. Kejutan besar terjadi ketika sang idola keluarga harus rela turun takhta dari posisi puncak pada Maret 2026.
Selama ini, Kijang Innova Zenix seolah menjadi raja tak tertandingi di segmen elektrifikasi roda empat. Namun, dominasi tersebut resmi dipatahkan bulan ini.
Menariknya, yang berhasil menggulingkan Zenix bukanlah kompetitor dari pabrikan lain, melainkan saudara mudanya sendiri, yakni Toyota Veloz HEV.
Data wholesales terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat anomali yang luar biasa.
Veloz HEV tiba-tiba melesat tajam dengan pengiriman 2.325 unit hanya dalam kurun waktu satu bulan. Angka ini melonjak gila-gilaan dari rapor Februari lalu yang cuma menyentuh 484 unit.
Lompatan Veloz ini otomatis memaksa Kijang Innova Zenix HEV lengser ke urutan kedua.
Mobil MPV premium yang sebelumnya selalu nyaman merajai pasar itu kini harus puas dengan torehan 1.617 unit saja.
Tampaknya, daya tarik mobil hybrid bertipe MPV dengan harga yang lebih ramah di kantong sukses memikat hati konsumen tanah air secara masif, merebut takhta yang selama ini dipegang erat oleh Zenix.
Pasar Meroket, MPV dan SUV Tetap Jadi Primadona
Baca Juga: Changan Perkenalkan Teknologi BlueCore HEV Solusi Berkendara Irit Tanpa Repot Isi Daya
Terlepas dari perseteruan saudara kandung tersebut, tren elektrifikasi secara nasional sebenarnya sedang berada di atas angin.
Sepanjang Maret 2026, total 6.947 unit mobil hybrid berhasil didistribusikan ke diler.
Kalau dihitung dari Januari hingga Maret, angkanya sudah tembus 16.940 unit, meroket 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pabrikan Jepang seperti Toyota, Suzuki, dan Honda masih memegang kendali penuh.
Kepraktisan teknologi ini memang menjadi daya pikat utamanya.
Konsumen tidak perlu pusing memikirkan letak stasiun pengisian daya (charging station) seperti saat memakai mobil listrik murni, tapi tetap bisa menikmati efisiensi bahan bakar yang super irit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis
-
Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang
-
Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton
-
Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge
-
Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi
-
Suzuki Fronx Teranyar Siap Minum Etanol Murni, Rilis Dalam Waktu Dekat
-
Harga Terlalu Murah Jadi Senjata Makan Tuan Bisnis Mobil Listrik Xiaomi