Otomotif / Mobil
Selasa, 21 April 2026 | 07:47 WIB
Ilustrasi mobil listrik. (Freepik)

Suara.com - Penggunaan mobil listrik terus meningkat ditandai dengan semakin mudahnya unit mobil ini ditemukan di jalanan. Tapi tahukah Anda bahwa sejatinya mobil listrik punya jenis yang berbeda?

Untuk mengulik lebih lanjut, mari cermati apa saja jenis mobil listrik dan cara kerjanya di artikel singkat kali ini.

Jenis-jenis mobil listrik yang ada kemudian akan menemukan pasarnya sendiri, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Transisi energi terus berupaya memanfaatkan energi dengan tingkat yang semakin baik, sehingga apa yang diisikan ke baterai benar-benar dapat dikonversi optimal ke daya dorong.

Untuk masing-masing jenis memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun untuk memahaminya, berikut penjelasan singkat yang bisa diberikan untuk Anda.

1. Battery Electric Vehicle (BEV)

Tipe pertama disebut dengan BEV. Mobil ini merupakan jenis mobil listrik yang sepenuhnya bergantung pada ketersediaan tenaga listrik sebagai sumber penggerak.

Energi yang ada disimpan di dalam baterai yang dapat diisi ulang.

Pengisian sendiri dilakukan dengan menyambungkannya ke sumber listrik eksternal sehingga daya listrik yang ada bisa dipindahkan ke dalam baterai.

Baca Juga: Penjualan Anjlok Drastis, Honda 'Nyerah' Bersaing dengan Mobil Listrik China

Keunggulan utamanya terletak pada ketiadaan sistem pembakaran internal.

Cara kerjanya cukup sederhana, baterai DC diubah menjadi AC melalui inverter, kemudian menggerakkan motor listrik.

Mobil ini tidak menghasilkan emisi gas buang sama sekali, dan menjadi opsi paling unggul untuk pilihan kendaraan ramah lingkungan.

2. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Jenis kedua disebut dengan HEV. Jenis ini merupakan mobil listrik yang menggabungkan dua sistem penggerak utama, yakni mesin dengan pembakaran internal dan motor traksi listrik yang lebih modern.

Pada jenis HEV, dua sistem penggerak yang digunakan ini dapat bekerja secara bersamaan untuk menggerakkan roda kendaraan.

Load More