Otomotif / Mobil
Senin, 27 April 2026 | 19:01 WIB
Logo Lexus. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Seorang pria Amerika Serikat kehilangan Rp1,2 miliar akibat penipuan pembelian mobil Lexus dari situs dealer palsu.
  • Pelaku menggunakan teknologi AI untuk mengkloning situs resmi dan memalsukan dokumen demi mengelabui korban secara meyakinkan.
  • Maraknya modus penipuan kloning dealer ini menyebabkan kerugian finansial besar dan merusak reputasi dealer mobil asli.

Suara.com - Seorang pria di Amerika Serikat menjadi korban penipuan setelah mentransfer dana sebesar 77.300 dolar AS atau sekitar Rp1,2 miliar untuk membeli sebuah Lexus GX 550 yang ternyata tidak pernah ada.

Kasus ini menjadi salah satu dari banyak laporan penipuan yang sedang marak terjadi, di mana pelaku memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meniru atau mengkloning situs dealer resmi Lexus.

Mengutip laporan Carscoops, korban diketahui menjalin komunikasi selama kurang lebih 10 hari dengan seseorang yang mengaku sebagai perwakilan dealer mobil bekas bernama T&T Vehicle Sales.

Pelaku disebut mengirimkan foto kendaraan, detail spesifikasi, hingga dokumen pendukung yang terlihat sangat asli untuk meyakinkan korban. Namun setelah korban mentransfer dana, komunikasi langsung terputus tanpa jejak.

Pelaku penipuan ini membuat replika situs dealer secara detil mulai dari daftar kendaraan, foto staf, hingga testimoni pelanggan yang sebenarnya juga dihasilkan oleh AI. Bahkan, beberapa di antaranya dilengkapi gambar berupa dokumen palsu seperti laporan kendaraan dan foto tambahan agar terlihat semakin meyakinkan.

Fenomena ini bukan kasus yang pertama kali. Dalam setahun terakhir, praktik penipuan dengan modus kloning dealer dilaporkan semakin sering terjadi di Amerika Serikat.

Para ahli industri menyebut, kasus seperti ini kini muncul beberapa kali dalam sepekan dan berpotensi menyebabkan kerugian hingga jutaan dolar setiap bulannya.

Tak hanya konsumen, dealer resmi juga ikut terdampak. Banyak korban yang kemudian memberikan ulasan negatif kepada dealer asli yang namanya disebutkan. Dalam beberapa kasus, pihak dealer bahkan harus melibatkan aparat hukum untuk membuktikan bahwa mereka tidak terlibat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus menjadi kunci utama dalam setiap transaksi khususnya untuk pembelian dengan nilai besar seperti kendaraan. Konsumen diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melakukan transaksi tanpa tatap muka langsung.

Baca Juga: Donald Trump Gandeng Raksasa Otomotif General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer

Load More