Otomotif / Mobil
Selasa, 28 April 2026 | 10:04 WIB
Vinfast VF e34. (Vinfast)
Baca 10 detik
  • Kecelakaan maut melibatkan taksi listrik dan dua kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026.
  • Tabrakan beruntun tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia serta delapan puluh satu penumpang lainnya mengalami luka-luka serius.
  • Pihak Green SM Indonesia sedang menjalani investigasi KNKT setelah dinilai lalai karena tidak menyampaikan permohonan maaf resmi.

Suara.com - Publik sedang digegerkan oleh insiden maut yang melibatkan dua rangkaian kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026).

Kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa ini diduga kuat berawal dari sebuah taksi listrik berwarna hijau yang nekat melintas hingga tertemper kereta.

Namun, di tengah duka yang mendalam, pernyataan resmi dari pihak pengelola taksi justru memicu sorotan tajam karena dinilai tidak memuat kata maaf secara eksplisit kepada para korban.

Kronologi Petaka di Stasiun Bekasi Timur

Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 20.40 WIB di area perlintasan dekat Bulak Kapal, Bekasi Timur.

Sebuah unit taksi hijau milik Green SM Indonesia, mogok di tengah perlintasan, yang kemudian diseruduk KRL Commuter Line yang sedang melaju dari arah Cikarang menuju Bekasi di perlintasan sebidang JPL 85.

Benturan tersebut menyebabkan sistem perkeretaapian terganggu dan membuat KRL terhenti mendadak di lokasi kejadian.

Nahas, saat KRL tersebut berhenti karena insiden taksi, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya meluncur dari arah belakang dan langsung menghantam gerbong KRL dengan sangat keras.

Akibat tabrakan beruntun ini, sebanyak tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dan 81 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Detik-detik Proses Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Seluruh korban jiwa merupakan penumpang KRL, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo dinyatakan selamat. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena beberapa korban sempat terjepit di antara reruntuhan gerbong yang ringsek parah.

Pernyataan Resmi Pihak Green SM

Menanggapi keterlibatan armadanya, Green SM Indonesia akhirnya buka suara melalui unggahan di media sosial resminya.

Perusahaan asal Vietnam ini menyatakan menaruh perhatian penuh pada insiden yang melibatkan satu unit kendaraan mereka di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

Mereka mengklaim telah menyampaikan informasi relevan kepada pihak berwenang dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang dijalankan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Begini pernyataan resmi dari pihak Green SM Indonesia yang Suara.com kutip dari akun media sosial resminya:

Load More