- PT KAI menangani tujuh korban meninggal dan 81 orang luka akibat insiden kereta di Bekasi, Senin (27/4/2026).
- Perusahaan menanggung seluruh biaya pengobatan korban dan menyediakan posko informasi bagi keluarga di Stasiun Bekasi Timur.
- Pemerintah dan KAI menyerahkan proses investigasi penyebab kecelakaan operasional tersebut sepenuhnya kepada pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban dalam insiden operasional yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang mendapatkan penanganan yang maksimal.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan komitmen penuh perusahaan dalam memberikan dukungan kepada para korban serta keluarga yang terdampak musibah ini.
”Untuk semua pelanggan, kami memastikan bahwa pengobatan dan biaya untuk kebutuhan lainnya akan ditanggung oleh asuransi dan PT KAI,” ujar Anne, Selasa (28/4/2026).
Manajemen KAI kini tengah berkoordinasi secara intensif dengan berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi dan RS Mitra Keluarga, untuk memantau kondisi para penyintas.
Sebagai bentuk transparansi informasi, KAI juga telah menyiagakan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur bagi keluarga yang ingin mencari keberadaan kerabat mereka.
Peristiwa memilukan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam itu sendiri mengakibatkan tujuh penumpang KRL meninggal dunia.
Selain korban jiwa, tercatat 81 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Beruntung, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan berada dalam kondisi selamat tanpa mengalami cedera dalam insiden.
Namun imbas kejadian, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu tidak melayani naik dan turun penumpang demi kelancaran proses penanganan di lokasi.
Baca Juga: Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Perjalanan KRL mengalami penyesuaian operasional, di mana layanan hanya tersedia hingga Stasiun Bekasi sebagai titik pemberhentian terakhir.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Anne.
Sementara terkait penyebab kecelakaan, KAI maupun pemerintah sepakat untuk menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
-
Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa