- Pikap baru Koperasi Merah Putih merek Mahindra viral karena mogok di Lingkar Salatiga.
- Kerusakan fatal diduga berupa as roda patah memicu netizen mempertanyakan kualitas pengadaan mobil tersebut.
- Beban berlebih dan kualitas jalan diduga kuat menjadi pemicu utama as roda patah mendadak.
Suara.com - Kendaraan operasional diduga milik Kopdes (Koperasi Desa Merah Putih) mendadak viral setelah unit pikap bermerek Mahindra terpantau mogok di Jalan Lingkar Salatiga.
Insiden ini mengejutkan publik karena mobil tersebut berstatus baru namun sudah mengalami kerusakan yang parah di jalan.
Ironisnya, kendaraan asal India ini dikenal punya spesifikasi gahar untuk melibas berbagai medan berat.
Namun di lapangan, performanya justru berbanding terbalik dan memicu tanda tanya besar soal proses uji kelayakannya.
Video kejadian memalukan ini pertama kali disebarkan oleh akun Instagram feedgramindo (klik untuk melihat video). Perekam video dengan jelas menunjukkan letak masalah utama yang melumpuhkan mobil operasional desa tersebut.
"Lho mobil Merah Putih mogok. Wah Pie ki. As e tugel, (Lho mobil Merah Putih mogok. Gimana ini. As-nya patah"
Kalimat dari sang perekam langsung mengonfirmasi bahwa as roda mobil patah berantakan. Insiden ini tak pelak memicu rentetan reaksi keras dan kecurigaan dari para warganet.
Keriuhan di media sosial terus bergulir menyoroti proyek pengadaan pemerintah ini. Banyak yang meragukan ketahanan material mobil yang dibeli memakai uang rakyat tersebut.
"Asnya patah seberat apa sih yg di muat dia sampai patah"
Baca Juga: Kapan Batas Pendaftaran Manajer Koperasi Merah Putih? Catat Tanggalnya!
"Katanya mobil merk Mahindra itu tangguh kuat lah kok masih baru sudah protol,"
Memang belum diketahui penyebab kenapa mobil Pikap tersebut mogok hingga berita ini tayang.
Spesifikasi Gahar yang Berujung Tanya
Secara hitungan kertas, spesifikasi Mahindra Scorpio model pikap ini terbilang sangat menjanjikan. Pabrikan mengklaim mobil ini memadukan sasis kokoh dengan mesin mHawk bertenaga 140 HP dan torsi 320 Nm.
Tenaga besar itu disalurkan lewat transmisi manual 6-percepatan yang diklaim irit bahan bakar hingga 11,2 km/liter. Mobil ini bahkan dibekali fitur 4WD elektronik dan diferensial mekanis Eaton untuk medan esktrem.
Lalu mengapa mobil yang digadang-gadang tangguh ini justru menyerah di jalan beraspal? Secara teknis, as roda adalah nyawa untuk mentransfer tenaga mesin ke bagian ban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis