- Luky Alfirman dicopot usai sistem Kemenkeu bobol loloskan anggaran motor listrik program MBG 2025.
- Ironisnya, garasi pejabat berharta Rp52,2 miliar ini justru didominasi mobil bensin lawas tanpa EV.
- Koleksi kendaraannya bernilai Rp640 juta, membuktikan profil sederhana sang birokrat penyuka mesin bensin konvensional.
Suara.com - Ironi tajam mewarnai pencopotan Luky Alfirman yang tersandung lolosnya anggaran 21.801 motor listrik untuk program MBG. Ternyata, pejabat eselon satu ini lebih memilih mengoleksi mobil lawas pabrikan Honda ketimbang kendaraan bertenaga baterai.
Jika menengok garasi rumah birokrat berharta Rp52,2 miliar ini, ada sebuah fakta otomotif yang cukup mengejutkan. Ia seolah sama sekali tak tersentuh oleh tren elektrifikasi global masa kini.
Berdasarkan data LHKPN 2025, tak ada satupun mobil listrik sekelas Ioniq 5 atau BYD dalam daftarnya. Sang mantan birokrat ini justru setia dengan raungan mesin bensin konvensional untuk operasional harinnya.
Dominasi Pabrikan Jepang "Old School"
Alih-alih memamerkan mobil mewah Eropa, isi garasi Luky didominasi oleh pabrikan Jepang yang berumur. Koleksinya terbilang sangat low profile untuk ukuran seorang pejabat tinggi kementerian.
Ia tercatat memiliki Honda Jazz keluaran tahun 2012. Padahal, hatchback legendaris kesayangannya itu kini sudah berhenti diproduksi alias discontinue di pasaran.
Ada pula dua sedan fungsional yakni Honda Accord tahun 2013 dan Honda City tahun 2014.
Satu lagi, ia memiliki mobil sejuta umat Toyota Avanza 2023. Total nilai keempat kendaraan di garasinya ternyata hanya menyentuh angka Rp640 juta saja.
Angka tersebut terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan aset miliknya. Nilai kendaraannya hanya sekitar 1,2 persen dari total hartanya yang menembus Rp52 miliar.
Baca Juga: Terpopuler: Gaji Sopir Taksi Green SM vs BlueBird, Isi Garasi Menteri PPPA Arifah Fauzi
Sang "Petrolhead" di Balik Skandal Kemenkeu
Fakta garasi ini menciptakan benang merah yang sangat ironis dengan kasus birokrasinya. Tidak ada satupun kendaraan berstatus Hybrid apalagi Battery Electric Vehicle (BEV) yang ia miliki.
Satu-satunya mobil paling baru miliknya adalah Toyota Avanza keluaran tahun 2023. Namun lagi-lagi, MPV sejuta umat itu juga masih mengandalkan mesin pembakaran internal atau ICE.
Sangat bertolak belakang dengan kasus yang menimpanya terkait pengadaan puluhan ribu kendaraan niremisi. Seorang yang kariernya tersandung "banjir" motor listrik justru terbukti anti-setrum dalam kehidupan pribadinya.
Celah Sistem yang Mengalahkan Sang Birokrat
Terlepas dari kesederhanaan garasinya, aroma kegagalan manajemen sistem di internal Kemenkeu telah menyeruak. Menteri Keuangan Purbaya secara terbuka mengakui adanya kebobolan fatal dalam sistem penganggaran negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen
-
Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia
-
Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar