Otomotif / Mobil
Senin, 11 Mei 2026 | 15:43 WIB
Ironi Luky Alfirman: Lengser Gegara Skandal Motor Listrik, Garasi Pribadinya Setia Mesin Bensin (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Luky Alfirman dicopot usai sistem Kemenkeu bobol loloskan anggaran motor listrik program MBG 2025. 
  • Ironisnya, garasi pejabat berharta Rp52,2 miliar ini justru didominasi mobil bensin lawas tanpa EV. 
  • Koleksi kendaraannya bernilai Rp640 juta, membuktikan profil sederhana sang birokrat penyuka mesin bensin konvensional. 

Suara.com - Ironi tajam mewarnai pencopotan Luky Alfirman yang tersandung lolosnya anggaran 21.801 motor listrik untuk program MBG. Ternyata, pejabat eselon satu ini lebih memilih mengoleksi mobil lawas pabrikan Honda ketimbang kendaraan bertenaga baterai.

Jika menengok garasi rumah birokrat berharta Rp52,2 miliar ini, ada sebuah fakta otomotif yang cukup mengejutkan. Ia seolah sama sekali tak tersentuh oleh tren elektrifikasi global masa kini.

Berdasarkan data LHKPN 2025, tak ada satupun mobil listrik sekelas Ioniq 5 atau BYD dalam daftarnya. Sang mantan birokrat ini justru setia dengan raungan mesin bensin konvensional untuk operasional harinnya.

Dominasi Pabrikan Jepang "Old School"

Alih-alih memamerkan mobil mewah Eropa, isi garasi Luky didominasi oleh pabrikan Jepang yang berumur. Koleksinya terbilang sangat low profile untuk ukuran seorang pejabat tinggi kementerian.

Harga Honda Jazz tahun ke tahun. (hondasolobaru.co.id)

Ia tercatat memiliki Honda Jazz keluaran tahun 2012. Padahal, hatchback legendaris kesayangannya itu kini sudah berhenti diproduksi alias discontinue di pasaran.

Ada pula dua sedan fungsional yakni Honda Accord tahun 2013 dan Honda City tahun 2014.

Satu lagi, ia memiliki mobil sejuta umat Toyota Avanza 2023. Total nilai keempat kendaraan di garasinya ternyata hanya menyentuh angka Rp640 juta saja.

Angka tersebut terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan aset miliknya. Nilai kendaraannya hanya sekitar 1,2 persen dari total hartanya yang menembus Rp52 miliar.

Baca Juga: Terpopuler: Gaji Sopir Taksi Green SM vs BlueBird, Isi Garasi Menteri PPPA Arifah Fauzi

Sang "Petrolhead" di Balik Skandal Kemenkeu

Fakta garasi ini menciptakan benang merah yang sangat ironis dengan kasus birokrasinya. Tidak ada satupun kendaraan berstatus Hybrid apalagi Battery Electric Vehicle (BEV) yang ia miliki.

Toyota Avanza 2026 (Gemini AI)

Satu-satunya mobil paling baru miliknya adalah Toyota Avanza keluaran tahun 2023. Namun lagi-lagi, MPV sejuta umat itu juga masih mengandalkan mesin pembakaran internal atau ICE.

Sangat bertolak belakang dengan kasus yang menimpanya terkait pengadaan puluhan ribu kendaraan niremisi. Seorang yang kariernya tersandung "banjir" motor listrik justru terbukti anti-setrum dalam kehidupan pribadinya.

Celah Sistem yang Mengalahkan Sang Birokrat

Terlepas dari kesederhanaan garasinya, aroma kegagalan manajemen sistem di internal Kemenkeu telah menyeruak. Menteri Keuangan Purbaya secara terbuka mengakui adanya kebobolan fatal dalam sistem penganggaran negara.

Load More