- Sistem jalan berbayar berbeda dengan tol, fokus utamanya mengurai kemacetan parah area perkotaan.
- Teknologi sensor pintar membaca pelat nomor secara instan tanpa perlu berhenti di gerbang.
- Tarif dinamis menyesuaikan ukuran kendaraan, memberi keadilan finansial bagi mobil yang jarang dipakai.
Suara.com - Wacana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghapus pajak kendaraan dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar sukses memicu polemik publik. Rencana ini menjadi angin segar bagi warga yang merasa rugi membayar pajak tahunan penuh meski mobil sering menganggur.
Sistem ini mengubah cara kita memandang kepemilikan aset kendaraan bermotor di Indonesia. Konsepnya meniru skema pay-as-you-go yang mirip dengan sistem tagihan listrik pascabayar.
Artinya, dompet Anda baru akan terkuras jika rutin melintasi kawasan padat lalu lintas. Pemilik mobil koleksi atau kendaraan akhir pekan jelas sangat diuntungkan secara finansial.
Bukan Jalan Tol Biasa: Senjata Anti-Macet
Banyak pihak salah kaprah menyamakan sistem ini dengan infrastruktur jalan tol konvensional. Keduanya memiliki filosofi dan fungsi yang saling bertolak belakang.
Menurut laporan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), tol berfungsi mengembalikan biaya investasi pembangunan. Sedangkan jalan berbayar murni bertujuan menekan volume kendaraan pribadi.
Sistem bernama Electronic Road Pricing (ERP) ini diterapkan pada jalan arteri perkotaan yang sudah eksis. Target utamanya semata-mata mengusir kemacetan dan menurunkan polusi udara.
Teknologi Siluman Tanpa Gerbang Antrean
Lupakan bayangan harus mengerem lambat untuk sekadar menempelkan kartu uang elektronik. Skema jalan berbayar mengusung teknologi yang jauh lebih mutakhir dan praktis.
Baca Juga: BYD Tembus Tiga Besar, Ini 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia April 2026
Perangkat Automatic Plate Number Recognition (ANPR) akan memindai kendaraan secara nirkabel saat melintas. Anda tetap bisa berkendara dalam kecepatan normal tanpa hambatan sama sekali.
Kamera otomatis langsung memotong saldo dari pelat nomor atau unit elektronik di dalam kabin. Tidak ada lagi drama palang macet atau antrean panjang mengular.
Tarif Dinamis dan Keadilan Ruang Aspal
Daya tarik utama wacana di Jawa Barat ini ada pada fleksibilitas tarif hariannya. Nominal biaya sangat bergantung pada waktu, dimensi, dan bobot kendaraan.
Melintas saat jam sibuk masuk kantor pasti akan menguras saldo lebih banyak. Mobil SUV bongsor juga diwajibkan membayar lebih mahal dibanding city car mungil.
"Semakin berat kendaraannya, semakin tinggi kewajiban membayarnya," tegas Dedi Mulyadi mengenai konsep ini. Keadilan ruang jalan pun akhirnya bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang
-
Harga Honda CBR250RR Mei 2026: Ada 6 Varian, Mana Paling Cuan?
-
Hyundai Disebut Diuntungkan Kebijakan Insentif EV Berbaterai Nikel, HMID Buka Suara
-
Mobil Listrik Changan Lumin Diganjar Harga Khusus di Indomobil Expo 2026
-
Aturan Ganjil Genap Resmi Dicabut, Cek Jadwal Lengkapnya
-
3 Kebiasaan di Motor yang Bisa Merusak Ponsel, Efeknya Jangka Panjang
-
Hampir 1500 Motor Diamankan, 99 Ribu Telah Diekspor: 5 Fakta Sindikat Curanmor Jaksel
-
Dari yang Murah hingga Mewah: Ini 5 Rekomendasi Motor untuk Antar Jemput 2 Anak Sekolah Sekaligus
-
Kekayaan Seskab Teddy Naik Hingga Rp4,7 M Dalam 1 Tahun, Nilai Isi Garasi Malah Menyusut
-
Yamaha Pilih Fokus Pelajari Pasar Sebelum Ekspansi Motor Listrik Secara Massal