Otomotif / Motor
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:45 WIB
5 Motor yang Ongkos Bongkar Bodinya Bisa Lebih Mahal dari Harga Sparepart (Dok Astra Honda)
Baca 10 detik
  • Ongkos servis bisa membengkak karena desain bodi motor yang rumit dan lama dibongkar. 
  • Blade, PCX 160, Mio Karbu, Stylo, dan Vega ZR sangat dihindari oleh para mekanik. 
  • Sebaiknya tinggalkan motor di bengkel agar mekanik bekerja tenang dan mengurangi risiko bodi pecah. 

Suara.com - Pernahkah Anda heran mengapa tagihan servis motor terasa membengkak, padahal suku cadang yang diganti harganya tergolong murah? Jawabannya sering kali tidak terletak pada harga sparepart, melainkan pada tingkat kerumitan desain bodi motor tersebut.

Bagi mekanik bengkel, waktu adalah uang. Ada beberapa tipe motor yang desain bodinya begitu rumit dan menyembunyikan banyak baut, sehingga membongkarnya saja sudah memakan waktu berjam-jam.

Risiko kancing bodi patah pun mengintai, membuat mekanik harus berhadapan dengan kerugian yang lebih besar daripada ongkos jasa yang diterima.

Berdasarkan keluh kesah dari dapur bengkel di Channel Youtube HND Garage, berikut adalah 5 motor yang masuk dalam daftar "mimpi buruk" mekanik karena ongkos dan risiko bongkarnya sangat tinggi:

1. Honda Blade (Generasi Kedua)

Honda Blade (OLX. Gemini AI)

Motor bebek yang satu ini punya reputasi legendaris di kalangan mekanik, sayangnya bukan dalam konotasi positif.

Kerumitan bodi Honda Blade generasi kedua sukses membuat para montir memutar otak mencari alasan untuk menghindarinya.

Membongkar area karburator berarti harus melepas bodi hingga ke bagian ekor. Saking repotnya, pekerjaan ini kerap memicu "drama" di bengkel.

"Mau bongkar karburator harus bongkar sampai ke belakang... Kalau sudah ketemu dengan motor ini, itu sudah rebutan nih. Rebutan mau ke belakang, bukan rebutan mau nanganin. Jadi pakai akal licik, akal trik penuh dengan drama." ujar Herdi Nofriadi.

Baca Juga: Rupiah Melemah Harga Suku Cadang Motor di Indonesia Naik 20 Persen

2. Honda PCX 160

Honda PCX 160 dengan warna baru yang lebih atraktif (Greatbiker)

Bodi gambot dan mulus PCX 160 memang sedap dipandang, namun ketiadaan baut yang terekspos berarti mekanik harus menggunakan alat pengungkit khusus.

Untuk urusan sepele seperti mengganti komstir, bodi motor nyaris harus ditelanjangi total.

Harga komstir mungkin tidak seberapa, namun risiko bodi pecah saat dicongkel membuat mekanik merasa pekerjaan ini tidak sepadan dengan bayarannya.

 "Ongkosnya Komstir tuh berapa sih? Rp100.000. Tapi kalau seandainya pengerjaannya selama 2 jam lebih itu kalau dikonversikan ke servis motor biasa itu bisa sampai servis 2 sampai 3 motor... banyakan resikonya daripada pendapatannya karena bodinya gampang pecah kalau salah-salah nyukit." tambah Herdi.

3. Yamaha Mio Karbu

Load More