- Perbedaan Pertamax dan Pertalite sangat jomplang pada proses penyaringan dan kandungan zat aditifnya.
- Pakai Pertalite di kendaraan baru berisiko injektor kotor, mesin ngelitik, hingga komponen premium rusak.
- Solusi hemat terbaik adalah mengubah gaya berkendara menjadi efisien, bukan turun kasta ke Pertalite.
Kendaraan keluaran terbaru, baik mobil maupun motor matik premium, memiliki sistem injeksi dan toleransi ruang bakar yang sangat presisi.
Jika terus-menerus menenggak Pertalite yang minim aditif pembersih, mesin akan lebih cepat menumpuk kerak karbon.
"Gua sih enggak mau downgrade, karena akan berdampak ke mobil Anda. Mungkin tidak instan hasilnya, cuma itu pasti akan berdampak. Apakah lebih cepat kotor, apakah bisa knocking (ngelitik)," tegas Ko Lung Lung.
Ia bahkan memberikan peringatan keras secara khusus bagi pemilik mobil kelas menengah ke atas.
"Kalau kelas mobil-mobil yang sudah premium, jangan lu downgrade itu! Bisa bonyok mobil kita ganti itu (komponen rusak)," tambahnya.
Solusi: Ubah Gaya Berkendara, Bukan Jenis BBM-nya
Lalu, bagaimana cara menyiasati kantong yang jebol akibat harga Pertamax yang melambung?
Alih-alih merusak komponen internal mesin dengan beralih ke Pertalite, solusi yang paling logis adalah mempertahankan jenis BBM (Pertamax) namun melakukan penyesuaian pada cara kita berkendara.
"Daripada downgrade bensin, lu mendingan pakai Pertamax dengan budget yang sama. Kita berpikir bagaimana caranya mengefisiensikan bahan bakar dan style mengemudi kita ganti supaya mobil itu lebih ngirit," saran Ko Lung Lung.
Baca Juga: Mekanik Menyerah Bikin Innova Bensin Irit, Cek 4 Mobil Bekas 1200cc Hemat BBM Ini
Berkendara dengan teknik eco-driving (menghindari gas dan rem mendadak) terbukti ampuh menghemat literan bensin secara signifikan.
Memaksa mobil atau motor baru meminum Pertalite mungkin akan menghemat puluhan ribu rupiah di SPBU saat ini.
Namun bersiaplah, karena kebiasaan tersebut akan mengundang tagihan servis pembersihan ruang bakar (tune-up/carbon clean) yang jauh lebih sering, atau lebih parah lagi, kerusakan komponen vital mesin di masa depan. Jangan sampai untung di awal, tapi buntung di bengkel!
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan